Kecenderungan Karo dalam Pilkada Serentak 2015

1
135

Oleh: Paulus Jepe Ginting (Medan)

 

medan 6
Di halaman depan Istana Maimoon (Medan) terdapat sebuah bangunan bergaya arsitektur Karo yang merupakan tempat menyimpan peninggalan sejrah nenek moyang Sultan Deli yang berasal dari Karo.

Paulus Jepe GintingDalam perjalanan dari Stabat, Binjai, Medan, dan Sergai, saya menyempatkan diri berbincang- bincang dengan orang-orang Karo; baik yang telah melalui janji maupun serba kebetulan ketemu. Secara umum, dari ketujuh nama calon bupati, mereka umumnya hanya tertarik ada 3 nama (dengan cara pandang beda).

Menurut mereka, ketiga orang tersebut bakal bersaing memenangkan Pilkada Karo tahun ini. Ketiga nama itu adalah Bangkit Sitepu, Sudarto Sitepu, dan Ramon Bangun. Ketika saya sebutkan nama-nama yang lain, mereka mengatakan tidak pernah kenal pribadi maupun kiprahnya.

Saat saya tanyakan, ketiga nama itu mereka katakan mengetahui kiprah mereka. Bangkit Sitepu kata mereka seorang kepala preman dan anggota DPRD Sumut. Sudarto Sitepu. seorang penyanyi dan anggota DPRD Sumut. Ramon Bangun, orang Karo dengan karir bagus di Jakarta.

Dari perbincangan di berbagai tempat itu, saya menarik beberapa catatan penting (tentu atas dasar subjektivitas bercampur objektivitas pandangan yang saya miliki):

  1. Orang Karo dimanapun domisilinya tetap mempunyai rasa keterikatan dengan Kabupaten Karo.
  2. Ternyata pandangan mereka tidak jauh berbeda dengan pandangan warga yang tinggal di Kabupaten Karo.
  3. Perpolitikan Karo khususnya dalam Pilkada tak bisa dipungkiri bahwa preferensi pemilih masih didasarkan pada kekuatan finansial dan popularitas, tanpa mempersoalkan finansial dan popularitas itu bersumber dari hal positif atau negatif.
  4. Bahwa kelemahan para calon terletak pada sosialisasi diri secara luas dan intensif sehingga masyarakat tidak mengenal mereka.
  5. Bahwa perubahan Karo melalui nilai-nilai positif demokrasi belum akan terlaksana dalam Pilkada tahun ini.
  6. Para calon sangat perlu melakukan temu-temu kelompok masyarakat penggiat masyarakat madani sebagai media penyampaian informasi yang sangat efektif.
  7. Setiap calon perlu membentuk tim analis, tim persuasif, tim humas dan informasi, tim penetrasi massa, dan tim mobilisasi massa.

Semoga info ini bermanfaat.

1 COMMENT

  1. “Semoga info ini bermanfaat.”

    Info ini sangat bermanfaat bagi orang Karo sebagai pencerahan yang mantap dalam perubahan dan perkembangan pemikiran suku Karo kalau kita bandingkan dengan era lalu misalnya di era Orba dimana solidaritas sesama suku Karo menurun sampai ke tingkat mendekati nol. Banyak yang enggan menyatakan dirinya sebagai orang Karo, banyak yang lebih suka mengaku Batak. Terbalik sekarang, ikatan primordial Karo semakin nyata. Jati Diri Karo sudah menjadi terbuka dan dinyatakan dalam setiap jiwa orang Karo.

    Perubahan yang luar biasa memang, terutama dilihat dari segi perkembangan Indonesia dalam soal ethnic revival atau cultural revival dunia. Perbandingan yang sama bisa dilihat dalam perkembangan yang sangat mantap ethnonasionalisme ex Uni Soviet yang bahkan dinyatakan dalam perang makan korban banyak. Di Indonesia contoh perangnya juga ada, pembebasan kultural orang Dayak di Kalbar, Kalteng ataupun di Maluku berjalan dengan perang etnis yang sangat menyedihkan bagi nation kita ini.

    Perubahan di Karo sangat hebat walaupun dengan cara damai dan berdasarkan hukum-hukum perkembangan kultur satu etnis atau nation. Jalan atau proses damai dan bersahabat, atas prinisip yang sangat jelas, mengutamakan KEADILAN dan PENCERAHAN, mencerahkan soal perubahan dan perkembangan keadilan yang malah menambah HARAPAN bagi semua suku bangsa negeri ini.

    Cara Karo ini tak lepas juga saya rasa dari tradisi dan way of thinking Karo yang sudah sangat tinggi, dan sudah tua, sudah berumur lebih dari 5000 tahun itu, cara pikir dan tradisi filsafat hidupnya yang tertua di Sumatra ini. Jalan damai dan jalan percerahan yang diambil oleh orang Karo dan berhasil bikin perubahan besar terutama dalam jiwa orang Karo memang jalan yang luar biasa.

    Solidaritas Karo adalah solidaritas kedamaian, keadilan serta keterbukaan dan ilmiah karena selalu diusahakan sesuai dengan hukum-hukum perubahan dan perkembangan dunia (hukum kontradisksi), terutama dalam perubahan dan perkembangan pikiran manusia, dalam thesis-antitesis-syntesis Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’,
    Bujur PJG.

    MUG

Leave a Reply