Lokakarya P2KP Karo Mencegah Kumuh

2
217

Bernard Pangaribuan 3B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Pemkab Karo melalui satuan kerja Bappeda adakan lokakarya untuk Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) Kabupaten Karo. Lokakarya ini berlangsung selama 2 hari [Kamis 17/9 – Jumat 18/9] di Hotel Suite Pakkar, Desa Raya (Berastagi) dengan menghadirkan team leader Kantor Manajemen Wilayah I Sumatera Utara. Adapun pesertanya adalah jajaran stake holder Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi.

Acara dibuka oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH melalui Sekdakab Karo Saberina br Tarigan yang sangat mendukung pelaksanaan program P2KP.

“Upaya mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera serta beriman percaya kepada Tuhan diawali dari tengah-tengah keluarga,” kata Saberina saat membuka acara mewakili Buapti Karo.

Koordinator Kota Wilayah 5 Kabupaten Karo Radinson Saragih ST mengatakan kepada kepada wartawan [Kamis 17/9] memenuhi program kerja Presiden RI dalam bidang pengentasan kemiskinan, melalui Direktorat Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan umum diadakan Pelaksanaan P2KP untuk menuju Kota Tanpa Kumuh Tahun 2019.

“Untuk itu, telah disusun upaya pencapaian target penghapusan daerah kumuh di lokasi sasaran. Diawali di TA 2015, hanya tinggal 8%. Selanjutnya, TA 2016, 6%, TA 2017 sebanyak 4%, TA 2018 menjadi hanya 2% dan sebagai sasaran P2KP Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2019 menjadi 0%,” urai Radinson.

lokakarya 2
Erikson Sinaga saat memberikan pemaparan

Adapun sasaran P2KP di wilayah kerja Kabupaten Karo mencakup 2 kecamatan; Kecamatan Kabanjahe (meliputi Kelurahan-kelurahan Gung Leto, Gung Negeri, Kampung Dalam, Laucimba, Padangmas serta Desa-desa Rumah Kabanjahe, Samura, Ketaren, Sumber Mufakat, Kaban, Kacaribu, Kandibata dan Lausimomo) dan Kecamatan Berastagi (meliputi Kelurahan-kelurahan Tambak Lau Mulgap 1, Tambak Lau Mulgap 2, Gundaling 1, Gundaling 2 serta Desa-desa Rumah Berastagi, Sempajaya, Lau Gumba, Raya, dan Gurusinga).

Ada 7 poin indikator kumuh, kata Radinson:

  1. Bangunan,
  2. Jalan
  3. Air minum
  4. Sanitasi
  5. Persampahan
  6. Kebakaran
  7. Permukiman

Tim Leader KMW 1 Sumut (M. Bajang) dan Kepala Bappeda Karo (Mulia Tarigan) mengharapkan program ini mendapat dukungan penuh elemen masyarakat Karo sebagai posisi objek sekaligus menjadi subjek dengan istilah Program Permukiman Berkelanjutan 100 – 0 – 100. Artinya, capaian 100% untuk program kebutuhan air minum, 0% angka kumuh dan 100% capaian sanitasi.

Hadir dalam acara lokakarya P2KP ini adalah Sekdakab Karo, Kepala Bappeda Karo, para Lurah dan Kepala Desa serta Kepling se Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi, unsur LSM LP2 SU Kabupaten Karo Logam Ginting, Komunitas KomPaK Pers Karo B. Kurnia PP, BKM dan TIPP serta Media cetak Od-50.

2 COMMENTS

  1. “Tim Leader KMW 1 Sumut (M. Bajang) dan Kepala Bappeda Karo (Mulia Tarigan) mengharapkan program ini mendapat dukungan penuh elemen masyarakat Karo sebagai posisi objek sekaligus menjadi subjek dengan istilah Program Permukiman Berkelanjutan 100 – 0 – 100. Artinya, capaian 100% untuk program kebutuhan air minum, 0% angka kumuh dan 100% capaian sanitasi.”

    Tim ini “mengharapkan” dukungan masyarakat. Pemimpin yang ‘mengharapkan’ ini sudah ada sejak era Orba terus ke reformasi. Sekarang dibutuhkan pemimpin yang tidak mengharapkan, tetapi yang

    Pertama: memikirkan bagaimana supaya didukung, katakan caranya
    Kedua: Tunjukkan dalam kenyataan sehingga rakyat yakin ada orang yang memimpin perbaikan.
    Ketiga: pakailah cara Ahok. “Ayo Kerja” dan mengabdi untuk perubahan. Bersihkan sungai atau buang sampah tak perlu pakai otak kata Ahok, dan sungai Ciliwung sudah bersih.

    MUG

Leave a Reply