Kolom Benny Surbakti: Tertib Berlalulintas

1
126

Benny SurbaktiMengapa ada hukum atau aturan? Pada hakekatnya hukum atau aturan dibuat agar kepentingan anggota masyarakat yang satu, tidak berbenturan dengan kepentingan anggota masyarakat lainnya. Demikian juga aturan lalulintas dibuat agar kepentingan pengguna jalan yang satu, tidak berbenturan dengan kepentingan pengguna jalan lainnya.

Nah… dengan begitu, betapa pentingnya kita menaati aturan lalulintas. Coba anda bayangkan jika siapa saja boleh mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya tanpa harus memiliki SIM. Orang gila berkendara, orang buta berkendara, anak kecil berkendara dengan sesuka hati tanpa aturan. Wah… pasti berantakan semuanya.

Tapi kenyataannya, meskipun aturan sudah ada kita masih saja tidak peduli. Kita dengan bangga dan merasa tidak bersalah dan tidak malu menyerobot lampu merah, melawan arah, melewati pembatas jalan, melanggar marka jalan, berkendara arogan, berhenti sesuka hati, tidak peduli pengguna lain…… dan sebagainya.

Sekali lagi…! kita tidak punya malu, bahkan terlihat bangga dan merasa hebat.

Apa memang mental kita masih serendah itu? Saya kira tidak, kita hanya belum menyadari bahwa tertib itu indah, baik untuk dilihat maupun untuk dirasakan.

Ingat…. tertib lalulintas bukan kepentingan Polantas, tetapi kepentingan kita sendiri, agar terhindar dari macet atau kecelakaan.

Ketertiban berlalulintas adalah cermin kepribadian.

1 COMMENT

  1. “Ketertiban berlalulintas adalah cermin kepribadian.”

    Betul sekali formulasi ini. Anak-anak muda sering nyupir ugal-ugalan. Orang tua apalagi kalau ada anak-anak dalam kenderaannya nyupir lebih hati-hati, tak sungkan mengalah. Disini apa karena umur ya?

    Kepribadian yang sangat menyolok dalam pelanggaran aturan lalu lintas ialah sifat ‘mau menang’. Ini tentu ada juga kaitannya dengan kultur dan way of thinking satu nation atau satu suku bangsa. Pengaruh filsafat hidup yang mengatakan bahwa ‘hidup adalah perlombaan’ sedikit banyaknya berlaku juga di trafik. Cara pikir ini mengalahkan peraturan lalu lintas pada saat-saat tertentu karena uu lalu lintas baru saja dan sifat ‘hidup adalah perlombaan’ sudah ada ratusan tahun.

    Di trafik ada kalanya salah satu harus mengalah mendahulukan yang lain (kepada yang datang dari sebelah kiri du negeri jalan kanan). Dalam situasi ini biasanya yang mengalah duluan ialah yang punya kepribadian win win solution, atau orang Karo bilang ‘sikuningen radu megersing’.

    Segi lainnya yang mempengaruhi sikap berlalu lintas ialah juga tingkat peradaban satu bangsa atau satu negeri. Tentu kepribadian tadi berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan tingkat kesedaran masyarakat secara umum dalam negeri bersangkutan. Saya memperhatikan situasi trafik dan penghormatan atas aturan di Eropah sangat banyak pelanggarnya oleh yang baru datang dari negeri berkembang. Ini juga sangat terlihat dalam menjaga lingkungan, dalam menangani sampah misalnya.

    MUG

Leave a Reply