Kolom M.U. Ginting: DATA KEBAKARAN HUTAN

1
117

M.U. Ginting 2Menteri LHK merasa ditipu soal data kebakaran. Dibohongi pejabat kata menteri Siti dalam soal data hutan terbakar. Yang terbakar 58.000 ha tetapi dilaporkan ke menteri Siti 8.000 ha. Pembohongan dan penipuan dari pihak pejabat, kata Siti.

Pejabat kelihatannya sudah biasa bohong, menteripun dibohongi. Memang sudah jauh sekalilah persoalan hutan ini, pejabat berbohong, menteripun bingung.

Sekarang ini data yang paling penting mungkin ialah berapa lagi hutan yang masih utuh, dan yang sudah terbakar disegel langsung, dilarang penggunaannya oleh perusahaan manapun dan siapapun.

Menurut seorang anggota DPD Riau bernama Intsiwati Ayus, menganalisa bahwa anggaran besar yang dikucurkan pemerintah dalam menangani asap kebakaran sangat besar, sehingga dijadikan proyek bagi instansi terkait. Kebakaran kerap terjadi, proyek ini juga kerap diadakan karena uang banyak dikucurkan. Ini semacam ATM bagi banyak instansi.

“Saya melihat indikasi ke sana,” kata Intsiawati dalam acara dialog Kamis lalu dengan merdeka.com.

kebakaran 6Untuk menghilangkan usaha pembakaran ini, tak bisa lagi dengan cara biasa-biasa selama ini, tak bisa pakai pejabat yang bohong. Bohong menipu soal data penting, tradisi main suap pejabat dari lokal ke pusat.

Paling cocok sekarang ialah dengan mengerahkan partisipasi jutaan rakyat, merekalah yang bisa menyelamatkan hutan dan lingkungan negeri ini. Manfaatkan kekuatan kreasi dan daya cipta jutaan rakyat. Dukung secara terbuka kekuatan partisipasi secara terbuka jutaan rakyat.

Semakin banyak yang aktif dan ikut ambil bagian dalam menjaga hutan, dan semakin terbuka keterlibatan rakyat banyak semakin tak ada tempat bagi pembakar gelap. Jalan mempercayakan kepada pejabat, sudah tak mungkin karena pejabat bohong. Jadikan seluruh rakyat jadi pejabat, dan penanggungjawab lingkungan.

 

1 COMMENT

  1. Info singkat IAS ke miliskaro soal kunjungan presiden ke Kalimantan sangat bagus sekali sehingga anggota milis ini lebih mengerti lagi apa yang terjadi, bagaimana jauhnya sudah pejabat negeri ini membohongi rakyat, termasuk membohongi presiden di Kalimantan, terang-terangan membohongi Jokowi sebagai pejabat tertinggi negara. Bagaimana bisa sampai hati, ketika ada Jokowi semua hadir dan bekerja memadamkan kebakaran, tetapi setelah presiden pergi semua hilang dan berbohong. Kalau presiden sendiri pun dibohongi siapa lagi yang tak dibohongi?

    Orang-orang ini berbohong karena sudah terbiasa dapat suap dan disamping itu negara mengeluarkan banyak duit untuk ‘projek pemadam kebakaran’ sehinggi kebakaran merupakan ATM bagi pejabat setempat.
    Bukan main memang sudah begitu jauh pejabat-pejabat negeri ini membakar hutan merusak lingkungan dan masa depan rakyat Indonesia demi duit cepat.

    Ahok betul memang bikin 3 formula penyelamat atau pembasmi manusia-manusia tak bertanggung jawab ini yaitu pertama: pecat, kedua: pecat dan ketiga: pecat.
    Revolusi Mental Jokowi harus dia pakai sendiri: PECAT, PECAT dan PACAT!

    Masih banyak sekali diantara rakyat Indonesia yang mau bekerja dan mengabdi negeri ini. Jangan kasih hati yang jahat, tak menghiraukan yang mau kerja dan mengabdi!

    Sekarang lebih jelas lagi bahwa kemiskinan negeri ini datang dan diakibatkan oleh orang-orang berbohong ini, dan kekayaan akan datang dari orang-orang yang kerja keras dan mau mengabdi. Karena itu semua yang berbohong harus cepat diganti.

    Tiga formula Ahok itu adalah jalan yang tak ada bandingannya dalam menyelesaika soal kemanusiaan abad 21, pecat dan gantikan oleh orang yang mau bekerja.

    “Ayo Kerja” hanya bisa dipakai kalau tak berbohong. Orang-orang bohong ini pakai pedoman “Ayo Bohong”, semua bersekongkol untuk berbohong, terlihat jelas dalam kunjungan presiden Jokowi ke Kalimantan itu.

    Sudah jelas bisa disimpulkan bahwa Revolusi Mental itu sepertinya mau tak mau harus dimulai dengan 3 formula Ahok. Sudah jelas itulah permulaan penyelamatan negeri ini dari malapetaka pembohongan pejabat yang terus menerus dan sudah tertanam lama dalam sanubari pejabat bohong. Tradisi ini akan mereka teruskan kalau tak dimulai dengan revolusi pemecatan itu.

    MUG

Leave a Reply