Kolom M.U. Ginting: BERTANGGUNGJAWAB

0
108

M.U. Ginting 2Ini contoh yang sangat bagus dan tipikal dari Pak Ridwan Kamil, Walikota Bandung. Seorang walikota pakai otak menyedarkan anak-anak muda yang bersikap tak bertanggungjawab berubah jadi bertanggungjawab. Bayangkan kalau situasi begini dimana pemuda-pemuda dan publik bertanggungjawab atas kepentingan publik dalam menjaga harta kekayaan negara yang memang diperuntukkan untuk kebahagiaan publik seperti taman film itu.

Ini namanya bertanggungjawab atas kepentingan umum. Bravo, Pak Kamil.

Jakarta, Bandung dan Surabaya sudah jadi kota-kota terdepan dalam menangani kepentingan rakyat. Mari semua yang lain, pilih pemimpin dalam Pilkada depan ini yang bisa mengikuti politik ketiga kota ini.

bertanggungjawab 3

Berastagi atau Kabanjahe bukanlah lebih besar dari 3 kota ini. Karena itu, dengan tenaga dan usaha yang ’lebih ringan’ bisa juga menirukan yang positif dari kota-kota ini, misalnya bersihkan pasar Kabanjahe atau Berastagi. Coba pikirkan bagaimana supaya tiap penjual dan juga tiap pembeli bisa bertanggungjawab atas sampahnya masing-masing. Lebih positif lagi ialah di Karo ada kesamaan kultur, dan way of thinking Karo yang masih sangat kental exis dalam pikiran semua orang Karo. 

Ada contoh di India dikasih uang supaya mau buang air kecil di WC yang sudah disediakan, karena orang India di tempat itu suka buang air kecil di sisi rumah. Saya kira orang-orang Karo tak dikasih duitpun siap bertanggungjawab soal sampahnya, asalkan bupati/ walikota/ camat bisa menggugah pikiran mereka.

Bagaimana caranya menggugah pikiran mereka? Tentu tak sama dengan di Bandung atau India, Karo punya cara sendiri yang hanya orang Karo pula yang paling mengerti. Dalam soal ‘diupahi’ orang Karo masih ada rasa malu dan harga diri. Masak dikasih duit baru mau bertanggungjawab atas sampahnya sendiri. Juga saya pikir orang Karo tak suka ultimatum.

Apakah tak begitu?

Leave a Reply