Kolom Joni H. Tarigan: LAKUKAN

1
155

joni hendra tariganCara pandang kita itu menentukan sikap dan juga menentukan tindakan yang akan kita lakukan. Tentunya pada ahirnya adalah menentukan hasilnya. Dalam hal ini, cara pandang saya terhadap lingkungan secara umum dipengaruhi oleh 3 bagian : perkembangan ekonomi, sosial dan politik.

Dari perkembangan terahir saya melihat ini:

  1. Penghapusan PPN untuk produk pesawat, kereta api, kapal beserta spare part-nya.

Ketika tahu poin ini, saya membayangkan bahwa B.J. Habibie kalau ditanya pendapatnya , dia akan berapi-api memaparkan bagaimana dia menyetujuinya. Indonesia punya perusahaan strategi pesawat, kereta dan kapal. Penghapusan PPN tersebut akan menjadi biaya produksi yang turun signifikan sehingga mampu bersaing dengan produk luar.

Jika ini terjadi, maka permintaan produk kapal, kereta dan pesawat akan meningkat. Peningkatan ini akan memerlukan penambahan kapasitas produksi, dan tentunya memerlukan SDM. Lapangan kerja akan tercipta.

Produk ini di dalam negeri saja sudah cukup pasarnya, apalagi diexport.  Industri pendukung juga harus didirikan, dan lagi SDM akan ditambah. Perasaan saya seperti ketika saya menggendong anak kami pertama kali.

cara pandang 2

 

  1. Proyek Infrastruktur dan bangunan bendungan

Selain tenaga kerja yang sangat banyak, dampaknya juga akan sangat besar. Tranportasi yang lancar bisa menekan biaya logistik, sehigga pertukaran barang dan jasa lancar. Bendungan yang banyak akan mampu menyediakan kebutuhan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, kebutuhan untuk irigasi akan lebih mempercepat tercapainya swasembada pangan. Listrik juga bisa didapat. Penangkaran ikan juga bisa dilakukan. Ah, ini akan sangat hebat.

 

  1. Reformasi Perijinan

Banyak proyek sebenarnya investor itu terkendala di bagian ini. Selain ijin yang lama, ternyata diikuti biaya yang tidak murah. Yang menyedihkan, biaya yang mahal itu tidak masuk ke kas negara. Jika ini berhasil direformasi maka akan tumbuh investasi yang sangat besar di berbagai sektor, dan tentunya serapan tenaga kerjanya akan sangat besar. Ini luar biasa.

 

  1. Rupiah yang menguat dan rencana penurunan suku bunga bank

cara pandang 3Pagi ini saya dengan semangat  mengatakan kepada istri “ma, rupiah sudah Rp.14.000”. Saya padahal bukan pedagang konvensional bukan juga pedagang saham. Tetapi, saya melihat ini hal yang baik untuk meningkatkan dukungan masyarakat terhadap niat baik pemerintah merevolusi mental bangsa ini.

Penurunan suku bunga bank juga menjadi penting bagi saya. Saya merasa saya perlu punya nilai ekonomi yang baik untuk berinvestasi. Oh ya, saya ini semakin gila karena ingin memiliki sebuah perusahan yang mampu semakin membantu orang lain lebih baik.

Ah, semakin hari semakin semangat untuk terus berbuat. Di tahun 2025, saya akan berusia 61 tahun. Saya punya bayangan mau ke mana anak saya dan generasinya akan berlayar. Jika Tuhan berkenan, di usia 61 tahun nanti saya masih bisa menyaksikan atau bahkan masih berperan dalam kejayaan DEMOGRAFI-NKRI.

Perubahan itu jika hanya sebatas untaian kata, itu namanya angan-angan, ‘DO MANY THINGS!”.

1 COMMENT

  1. Inisiatif dan usaha besar Habibi dalam industri penerbangan memang sangat membanggakan bati nation negeri ini. Inisiatif dan kegigihannya dalam mengangkat industri pesawat terbang negeri ini telah menunjukkan keberhasilan. Tetapi terlihat juga selama ini bahwa perhatian dan dukugan sangat tak memadai dari negara sehingga jalannya lambat bahkan ada tendensi bisa hilang dengan adanya persaingan ketat dari LN yang juga bisa mempengaruhi sikap pemerintah terhadap industri Habibi.
    Rakyat banyak sangat suka dan mendukung jerih payah dan keberhasilan Habibi, tetapi rakyat banyak bukanlah pembeli utama dari industri ini.

    Pemikiran pemerintah mengurangi atau menghilangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk industri ini pastilah sangat memperingan dan melancarkan usaha ini, apalagi kalau bisa dapat dukungan penuh dari ngara. Industri penerbangan China maju pesat, dukungan negara 100%.

    Pengalaman mengurus ekonomi nasional seluruh dunia ialah bahwa negaranya selalu mendukung usaha nasional itu seperti negara EU walau pun dalam kata-kata sering disangkal, tetapi sebaliknya menginginkan dan bahkan sering ’menasihati’ supaya negeri berkembang menghapuskan dukungan tertentu dari negaranya supaya barang mereka bebas masuk ke negeri itu.

    Rencana pemerintah menghapuskan Pajak Penjualan Barang Mewah PPPnBM) sesuai dengan tuntutan negara lain untuk melancarkan export mereka ke Indonesia, artinya menggerakkan pertambahan import barang-barang ’mewah’ itu dan sebaliknya menghambat pertumbuhan industri barang-barang itu di Indonesia. Kita juga bisa lebih waspada terhadap lobbi LN dalam soal penghapusan PPnBM ini, karena betul-betul meningkatkan export mereka ke Indonesia yang berakibat menghambat perkembangan industri sendiri.

    Dalam rencana penghapusan PPN itu dari pihak galangan kapal sudah menyatakan apresiasi tinggi, karena dengan begitu perusahaan galangan kapal dalam negeri ini akan lebih mampu bersaing dengan negeri-negeri ’murah’ tetangga seperti China, Vietnam, Korea dll yang selama ini jadi saingan berat sehingga jadi penghalang bagi peningkatandan perkembangan perusahaan galangan kapal dalam negeri.

    Usaha LN untuk menjatuhkan mata uang negeri berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Thailand adalah juga usaha strategi besar menguasai negeri-negeri ini dari segi ekonomi (penjajahan ekonomi). Bagi bankir rentenir internasional ini sangat gampang melakuan ini dengan senjata dolarnya.

    ”Bank Dunia juga sudah mengeluarkan peringatan kepada negara-negara berkembang agar mewaspadai efek dari kenaikan suku bunga AS. Kebijakan tersebut dikhawatirkan membicu keluarnya arus modal dari negara-negara berkembang.”(CNN Indonesia). Fed (Bank Negara Amerika) menaikkan suku bunga untuk tujuan ini sudah sering, bukan kali ini saja. Tiap kali ada krisis ekonomi negeri berkembang Fed bikin itu. Ingat juga bahwa Fed adalah perusahaan swasta
    bukan milik negara AS. Fed dimiliki oleh perusahaan besar bank-bank USA bankir-bankir rentenir internaional.

    Negara-negara berkembang harus harus mewaspadai karena bisa memicu keluarnya arus modal, kata Bank Dunia itu. Dia hanya menyebutkan kenaikan suku bunga AS sebagai penyebabnya. Apa yang dia tak sebutkan ialah kalau dalam era elektronik ini yang paling gampang dilakukan dalam pemindahan modal kesana kesini cukup dengan menekan satu-dua tombol komputer. Memindahkan sekian Triliun dolar keluar dari Indonesia atau Malaysia hanya pakai waktu detik-detikan. Dan inilah yang mempengaruhi sangat besar, walaupun tak menghilangkna pengaruh kenaikan suku bunga itu. Tetapi apa yang tak dibuka juga ialah bahwa perpindahan besar-besaran ini bukan tak sepengatahuan BI, karena itu juga gubernur BI menentang permintaan DPR untuk mengaudit BI menimbulkan tanda tanya besar. Sikap gubernur BI dalam merahasiakan transaksi dolar ini memang sangat menentukan nasib bankir rentenir pemilik dolar dunia.

    Dalam debat terakhir, gubernur BI malah mengeritik Jokowi katanya hanya mau cari popularitas dengan rencana menurunkan harga BBM. Banyak yang berpendapat dalam hal ini gubernur BI tidak etis mengeritik presiden dalam kebijakan BBM. Paling bagus memang dia bikin audit berapa banyak dolar yang keluar dan siapa yang pindahkan sehingga rakyat tahu persoalan sesungguhnya mengapa dollar naik.

    Belakangan ada sedikit kenaikan rupiah, walaupun tak seberapa tetapi kelihatan perubahan. Memang ngeri juga kalau DPR sudah mulai mengutik-utik keterbukaan dalam BI terutama
    dalam transaksi dolar ini. Akibatnya akan sangat buruk bagi bankir rentenir internasional itu kalau semua kegelapan yang masih ’rahasia’ dalam BI soal dolar ini terbuka semua. Daripada terbuka semua, mundur dikit.

    BI adalah badan independen katanya. Ini definisi abad lalu, sekarang abad TRANSPARANSI. Kalau KPK independent abad 21, ini masuk akal karena mau menghilangkan korupsi sejak abad 20, artinya independensi memerangi sisa tradisi buruk abad lalu. Semua badan dan lembaga yang memerangi keburukan peninggalan abad lalu harus independent dan harus terbuka.

    Sekali lagi membuktikan bahwa TRANSPARANSI dan KETERBUKAAN adalah penyelamat dunia juga dari segi finans dan ekonomi.

    MUG

Leave a Reply