AUDIT BI

0
203

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

daud sitepuYang aneh adalah Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan kurs rupiah tertekan karena ekonomi global yang seang mengalami krisis. Rupiah mencapai 14.800 per USD. Setelah paket ekonomi diumumkan oleh pemerintah terkait penurunan harga solar, gas, dan lain-lain, kemarin [Jumat 9/10] rupiah menjadi 13.400 per USD dan IHSG menjadi menguat ke 4.500 rupiah.


[one_fourth]stabilitas moneter[/one_fourth]

Melihat data ini, bisa jadi kondisi pengendalian moneter oleh Bank Indonesia perlu kiranya diaudit sesuai saran Roso Saras yang melihat adanya konflik kepentingan di dalam Bank Indonesia. Jangan-jangan ada yang menggunakan kesempatan itu untuk mencari keuntungan. Seharusnya keuntungan yang diperoleh adalah stabilitas moneter.

bi 2

 

“Kian tinggi depresiasi dan volatilitas rupiah, kian besar pula laba kurs yang dirahup oleh Bank Indonesia. Inilah yang terjadi sekarang: Mereka berpestapora di tengah penderitaan rakyat,”  kata Roso Saras.

Kalau begini halnya, tentu perlu segera lakukan audit dan tindakan supaya tidak ada yang bermain mencari keuntungan atas kondisi ini.

Leave a Reply