Sayuran Karo Makin ‘Berat’ ke Pekanbaru

0
166

Aripin GintingARIPIN GINTING. PEKANBARU. Menggeliatnya sayur di desa-desa dataran rendah dan macetnya jalan lintas Medan – Pekanbaru pemicu rendahnya harga sayur asal Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) di Pekanbaru.

Penelusuran Sora Sirulo ke daerah pertanian dataran rendah di Sumatera Utara seperti Desa Serapuh (Kabupaten Simalungun), Desa Mencirim (Kabupaten Deliserdang), dan Desa Namoterasi (Kabupaten Langkat) terlihat marak sekali pertanian tanaman terung, kacang panjang, gambas, pare, cabe merah, cabe rawit, daun ubi, dll.

Pada umumnya sayuran dataran rendah ini memenuhi kebutuhan lokal. Sementara sayuran dari Dataran Tinggi Karo selain untuk memenuhi kebutuhan lokal sebagian besar dikirim ke luar daerah seperti salah satunya adalah ke Pekanbaru.

Sementara di Pekanbaru sendiri sudah menggeliat pula berbagai jenis sayuran yang selama ini hanya dipasok dari Dataran Tinggi Karo. Cabe merah, sawi, selada, tang ho, bawang merah, dan beberapa tanaman sayuran lainnya tumbuh subur di sekitar Pekanbaru.

sayur 8Dikembangkannya berbagai jenis tanaman sayur di sekitarPekanbaru membuat sayuran dari Dataran Tinggi Karo kalah saing terutama dalam hal harga. Contohnya adalah bawang merah. Bawang merah asal Sumut harga penjualannya di Pekanbaru mencapai Rp 15.000/ Kg, sedangkan bawang merah Pekanbaru hanya Rp 14.000.

Selain itu, sayur-sayur asal Dataran Tinggi Karo dalam perjalannannya ke Pekanbaru harus dihadang oleh jalan macet akibat perbaikan jalan dari aspal ke cor beton.

Terdapat 8 titik buka tutup jalan di Riau. Yang terparah macetnya terjadi kemarin [Kamis 8/10] dan sehari sebelumnya [Rabu 7/10]. Macet terjadi antara Kandis ke Minas sepanjang 50 km dengan waktu tempuh truk 30 jam dari Medan. Sedangkan bus saja terpaksa cari jalan ke arah kebun Sinar Mas Group dan keluar dari jalan pintas Bangkinang. Itupun sudah membutuhkan waktu 24 jam dari Medan.

Leave a Reply