Cekala/ Patikala (Kecombrang) Khas Kuliner Karo

0
800

Oleh: Esra Barus (Mhs. Kehutanan, USU Medan)

 

Esra BarusCekala (Etlingera elatior L.) adalah salah satu tumbuhan yang sangat sering dijumpai dalam masakan khususnya gulai Karo.

Wikipedia menulis: “ In Karo, it is known as asam cekala (asam meaning “sour”), and the flower buds, but more importantly the ripe seed pods, which are packed with small black seeds, are an essential ingredient of the Karo version of  sayur asam, and the particulary suited to cooking fresh fish.

Cekala dalam bahasa Indonesia adalah kecombrang, yang bunganya (disebut juga kencung dalam bahasa Karo) sering digunakan sebagai lalapan di Jawa Barat, dan urap berbahan dasar nangka muda di Malaysia.

cekala 3Menurut Wikipedia dan berbagai blog lainnya, cekala juga digunakan sebagai  bumbu arsik ikan mas padahal sepengetahuan penulis penggunaan cikala digantikan oleh asam glugur. Di Sulawesi Selatan, tanaman ini disebut patikala serupa dengan bahasa Karo yang berarti buahnya cekala.

Cekala satu famili dengan jahe yaitu Zingiberaceae. Tumbuh seperti jahe, batangnya mencapai 5 meter. Perkembangbiakannya dengan cara rimpang yang menjalar di bawah tanah, tumbuh berumpun.

Bagian tubuh cekala yang dimanfaatkan masyarakat Karo adalah : Buah (Acem Patikala), bunga (Kincong), dan Batang (Cinur). Pemanfaatan buah cekala adalah sebagai penyedap dalam sebagian besar masakan contohnya : Cipera, Nurung Gule, Manuk Gule, Lomok-lomok, Tangas-Tangas, dan lain-lain.

Penulis melihat bahwa budidaya cekala banyak di Kabupaten Simalungun yaitu daerah Kecamatan Doloksilau. Kampung-kampung di sini umumnya adalah kampung-kampung tradisional Karo yang dimasukkan ke wilayah administrasi Kabupaten Simalungun, meskipun di masa kolonial kecamatan ini masuk Kabupaten Karo.

Penduduk di Kecamatan Doloksilau sudah mengembangkan cekala di lahan mereka sampai beberapa hektar luasnya. Budidaya cekala juga dapat dikombinasikan dengan pepohonan karena cekala adalah tanaman yang toleran (dapat hidup di tempat yang kekurangan cahaya). Jika anda memiliki lahan yang miring, cekala juga termasuk alternatif penahan erosi dan penambah pendapatan anda karena budidaya yang lumayan mudah.

cekala 4Harga asam cekala ditingkat penadah saat ini adalah Rp. 9.000 per kilo,

Budidaya cekala umumnya dilakukan dengan menanam tunas yang muda, kemudian rimpang dari tunas tersebut akan menjalar dan menjadi cekala baru.

Leave a Reply