Kolom M.U. Ginting: Angela Merkel

0
111

M.U. Ginting 2Arus pengungsi akibat perang di Syria/ Irak pada dasarnya memperlihatkan kepentingan 2 aliran di dalam Islam; yaitu Sunni yang dipimpin Saudi Arabia dan Shiah di bawah pimpinan Iran. Kepentingan lainnya pertama ialah dari zionis Israel, dan kepentingan politik Putin juga ada di dalamnya. Arus pengungsi ke Eropah terutama ke Jerman dan Swedia telah menimbulkn berbagai krisis politik di 2 negeri ini. Di sini telah lama muncul partai-partai yang semakin kuat bersifat nasionalis dan, dengan arus pengungsi sekarang, partai-partai nasionalis ini sangat drastis bertambah kuat.

Di Swedia, partai ini (sudah menjadi partai ke 3) menyerukan pemilihan baru karena krisis pemerintahan itu, tetapi partai-partai lain dengan segala daya upaya menghindari pemilihan baru maupun pemilihan umum untuk mendengarkan suara rakyat bagaimana keinginan umum soal arus pengungsi.

Merkel 1Semua partai lainnya merasa akan celaka kalau dibikin pemilihan sekarang, baik dalam soal legislatif maupun dalam soal suara mendukung atau menentang politik pengungsi pemerintah sekarang ini. Dari segi pihak statistik juga menyatakan kalau ada pemilihan sekarang maka SD (partai nasionalis baru) ini bisa jadi akan menduduki tempat teratas dalam jumlah suara pendukung diantara semua penduduk Swedia.

Ini adalah ancaman yang sangat mengerikan bagi semua partai mapan lainnya. Apalagi sudah terbukti jelas bahwa ’pengungsi’ ini hanya sepertiganya yang berasal dari Syria/ Irak, selebihnya atau dua per tiganya adalah pengungsi sosial atau pengungsi cari hidup yang lebih lux terutama karena pilihannya ke Jerman atau ke Swedia. Mereka tak mau, atau tak pernah pilih ke negara lain.

Baru-baru ini sudah banyak negara EU yang menolak pengungsi, dan akhirnya bikin persetujuan bersama memperketat tapal batas negeri mereka. Banyak yang sudah menutup perbatasannya karena  pengungsi ini.

Pemerintahan sekarang di Swedia dipimpin oleh Partai Sosial Demokrat, partai kiri lama. Partai ini yang juga secara sejarah sudah akan turun panggung dari perpolitikan dunia. Politik ’kiri’ yang muncul dalam gerakan kiri Abad 19-20 sudah menuju akhir sejarahnya. Marxisme dan teori revolusinya sudah berakhir, karena kemunculannya juga sudah teranalisa dengan baik dan meyakinkan secara ilmiah.

Merkel 3Kalau Angela Merkel dijuluki dari hero ke zero memang sangat cocok. Pemimpin partainya kanselir Helmut Kohl ketika jadi kanselir Jerman, mengirim kembali orang-orang Turki ke negerinya, dan kemudian Merkel sendiri bilang bahwa gerakan ’multikullti sudah gagal total, ketika sengit-sengitnya debat soal immigran ke Jerman beberapa tahun lalu. Dia bilang: “This (multicultural) approach has failed, utterly failed.”

Itu dikatakannya di hadapan pertemuan pemuda partai CDU beberapa tahun lalu. Ketika itu, dia dianggap zero oleh pendukung politik immigran, dan belakangan karena sikapnya sudah terbalik mendukung immigran, dia dianggap hero. Dengan krisis politik  pemerintahan sekarang (di Jerman immigran sudah mencapai 4-5 juta), bisa jadi Merkel jadi zero lagi.

Thesis-antitesis-syntesis: hero-zero-hero-zero, cocok bagi Merkel.

Seh sura-sura tangkel sinanggel,” kata orang Karo, cocok amat bagi ’beru Karo’ Jerman ini.

Leave a Reply