7 Paslon Bupati untuk Kabupaten Karo Seterusnya

0
111

Oleh: Edi Sembiring (Jakarta)

 

edi sembiring7 pasangan calon (paslon) terus bergerak menarik simpatik pemilihnya. 7 paslon masing-masing terus berbuat baik di Taneh Karo Simalem bersama simpatisan dan kaum partisannya. Coba bayangkan ini bukan hanya terjadi sampai bulan Desember 2015 saja. Tapi untuk seterusnya.

Saya yakin Taneh Karo Simalem akan melesat pembangunannya, anak-anak kian pintar dalam didikan, petani kian senang. Yang kemarin melakukan gerakan pungut sampah terus melakukan dan menularkan sikap yang sama pada masyarakat di daerah itu. Bukan menjadi tontonan sekejap tapi mampu mengajak masyakat di sekitarnya untuk sadar.

paslon 5Ketika kebersihan tampak dan keamanan serta kenyamanan terjaga, maka dunia pariwisata di Taneh Karo akan maju. Pelancong akan ramai datang. Menikmati malam tanpa ada ketakutan. Menyisir keindahan kawasan kampung-kampung tanpa ragu. Bersenda gurau sambil menikmati kulinernya. Seakan Taneh Karo adalah kampungnya dan kelak ada kerinduan untuk kembali menyapa indahnya panorama dan keramahan penduduknya.

Saya yakin, pemerintah Kolonial Belanda pun tahu potensi Taneh Karo yang bagus dan berkelas. Hingga mereka dirikan banyak Bungallow dan Hotel. Ada lebih 20 bangunan buatan Kolonial Belanda termasuk kolam renang dan pasar-pasar modren. Termasuk juga di Sibolangit.

Termasuk juga penamaan kapal MS Brastagi yang dibuat tahun 1939. Masyarakat Rotterdam sering melihatnya bersandar. Di Rotterdam juga ada kapal bernama Sibajak. Diperkenalkan tanggal 2 April 1927. Perjalanan panjang pertama dari Rotterdam ke Batavia dimulai 8 February 1928.

Orang-orang di Batavia mengenal nama Sibajak. Orang-orang di Sydney tahun 1950 juga melihatnya ketika kapal penumpang ini membawa imigran. Di tahun 1951, kapal Sibajak menjemput orang-orang Belanda untuk pulang kembali ke negerinya setelah penyerahan kedaulatan Indonesia. Mereka memandang tepi-tepi batas Indonesia dengan berlinang air mata.

Begitu jauh perjalanan kapal Sibajak. Begitu jauh terdengar pemberitaan erupsi Sinabung. Begitu besar perhatian rezim pemerintahan yang baru. Begitu besarkah niat 7 paslon bersama simpatisan dan kaum partisannya untuk membangun Taneh Karo Simalem pasca pencoblosan di bulan Desember 2015?

Hanya satu pasangan nanti yang boleh menduduki kursi pemerintahan daerah Kab. Karo. Namun 6 paslon lainnya bukan kalah. Mereka juga tetap menjadi pemenang bila : mereka tetap menggalang dukungan untuk membangun Taneh Karo Simalem.

paslon 4
Foto: KPU Kabupaten Karo

Bila kemarin, hari ini dan esok mereka hanya mengkampanyekan dirinya, bersama waktu mereka akan lapuk dan tenggelam oleh waktu. Bila kemarin, hari ini dan esok mereka menggalang dukungan, dan mewujudkan usaha membangun Taneh Karo Simalem, mereka akan dikenal dan dikenang sebagai orang yang memenangkan hati orang banyak.

Kalau Bung Karno butuh 10 pemuda, maka 7 paslon ditambah 3 kekuatan lainnya yakni : swadaya kelompok masyarakat ditambah kekuatan kaum rohaniawan dan pelestari budaya, saya yakin Taneh Karo akan bangkit dan membawa kebanggaan tidak saja bagi masyarakat Taneh Karo tapi juga bagi bangsa Indonesia.

Kita tentu tak ingin keenam paslon nantinya pergi dari Taneh Karo Simalem, seperti penumpang Kapal Sibajak, dengan berlinang air mata pasca pilkada. Dan hanya pernah dikenang sesaat.

Taneh Karo juga butuh mereka. Mereka yang sempat beberapa bulan dipuja, dielu-elukan dan dianggap menjadi pembawa perubahan. Di sini peran dan tanggung jawab para Tim Sukses dan simpatisannya untuk menunjukkan bahwa paslon mereka punya jiwa besar. Walau tak menjadi Bupati dan Wakil Bupati, tokoh harapan mereka tetap berbuat besar bagi Taneh Karo Simalem.

Mungkinkah?
Semoga.

Leave a Reply