Sirulo TV: Melepas Rindu Pada Pengungsi Asal Berastepu

0
331

herli 4HERLI SITEPU. KABANJAHE. Acara melepas Rindu perantau asal Berastepu terhadap sanak keluarganya yang berada di pengungsian akibat erupsi Gungungapi Sinabung (Mburo ate tedeh anak ranto Berastepu man anak pengungsi kuta Berastepu) tinggal 1 hari lagi. Hari ini [Jumat 23/10], sekumpulan Permata (remaja/ pemuda) GBKP sibuk membuat penganan tradisional Karo yang bernama cimpa unung-unung di rumah Bp. Mbantu Sembiring (lihat video).

Rencananya akan dibuat cimpa unung-unung sebanyak 4000 bungkus daun rumput wangi (bulung singkut) untuk dikonsumsi oleh sebanyak 2.000 orang yang diramalkan hadir. 

berastepu 14
Muda-mudi asal Berastepu yang tergabung di dalam Permata GBKP sedang mempersiapkan penganan tradisional Karo bernama cimpa unung-unung untuk acara besok di Jambur Tuah Lo Pati (Kabanjahe)

Begitu juga dengan makan siang, dipersiapkan untuk 2.000 orang. Penyediaan makan siang ini sedang dikerjakan hari ini juga di rumah Bp. Mbantu Sembiring. Istrinya, ibu Sembiring bertindak sebagai penyedia catering untuk acara besok.

Adapun acara esok hari (Hari H) menurut panitia terah rampung persiapannya sebanyak 80%. Sebagian dari anggota panitia masih bergerak mengutip sumbangan ke keluarga-keluarga asal Berastepu yang tinggal di Kabanjahe. Gladi resik dilaksanakan sore pada Pkl. 16.00 Wib di Jambur Tuah Lo Pati, sebuah gedung upacara dimana acara besok juga akan dilaksanakan.

Anak rantau Berastepu sendiri ada beberapa keluarga yang datang dari Jakarta dan Batam. Diantaranya keluarga Cornelius Bulayat Meliala, keluarga Tenang Ginting, keluarga Harlen/Siska br Sitepu, dan keluarga Dani Surbakti.

Berastepu adalah salah satu diantara beberapa desa yang termasuk Zona Berbahaya (Zona Merah) Sinabung sehingga kampung ini wajib dikosongkan. Warganya ditampung di Posko Pengungsian di Kabanjahe. Acara besok adalah diprakarsai oleh para perantau asal Berastepu untuk melepas rindu mereka terhadap sanak keluarga asal kampung itu yang tinggal di pengungsian sekalian dihibur dengan musik dan tari tradisional yang disebut dengan guro-guro aron.



Leave a Reply