Sirulo TV: Lepas Rindu Perantau ke Pengungsi Asal Berastepu Mengharukan

0
186

herli 4HERLI SITEPU. KABANJAHE. Lepas Rindu Anak Rantau Berastepu Kepada Pengungsi Asal Berastepu bertempat di Jambur Tuah Lo Pati (Kabanjahe) [Sabtu 24/10] berlangsung sukses, meriah dan sungguh-sungguh mengharukan hati. Ini terutama lewat acara dialog interaktif antara para perantau asal Berastepu dengan para pengungsi asal desa yang menjadi basis perjuangan Pahlawan Nasional Pa Garamata (Kiras Bangun) dan putranya Payung Bangun yang menjadi Komandan Barisan Harimau Liar (BHL) ini.

Acara diawali Doa Bersama yang dipimpin oleh Astar Tarigan dari Gereja Katholik dan seterusnya diselingi hiburan artis-artis Karo dan sepasang penari/ penyanyi (perkolong-kolong) Samuel Sembiring Gurukinayan dan Erwina Hani br Bangun.

Tak kalah menarik dibanding hiburan dari para artis dan memang merupakan inti dari acara adalah dialog interaktif antara para perantau asal Berastepu dengan para berastepu 15pengungsi asal Berastepu. Para pengungsi dibagi ke dalam asal lingkungan (kesain) dan masing-masing lingkungan diwakili oleh satu orang. Perwakilan lingkungan ini mencurahkan isi hati dan harapannya ke depan akan kelangsungan hidupnya mengingat situasi Gunungapi Sinabung masih terus menerus mengalami erupsi sehingga mereka tidak bisa kembali dan harus bertahan di pengungsian.

Dialog interaktif ini dipandu oleh Cornelius Bulayat Sembiring yang merupakan staf pengajar Universitas Indonesia (UI), Jakarta, mewakili perantau asal Desa Berastepu (Kecamatan Simpang Empat) yang berada di dalam Zona Berbahaya/ Merah Gunungapi Sinabung.

Acara lepas rindu (mburo ate tedeh) ini dihadiri oleh 3 Calon Bupati Karo (Sudarto Sitepu, Cuaca Bangun, Bangkit Sitepu) beserta rombongannya masing-masing. Ketiganya ikut membantu panitia dengan memberi sumbangan dana, tetapi yang naik ke panggung untuk memperkenalkan diri hanya rombongan Sudarto Sitepu dan Cuaca Bangun.

Ada acara penyerahan buku tulis terhadap anak-anak pelajar SD, SMP, SMA/ SMK, Masing-masing sekolah diwakili oleh 1 pelajar menerima paket secara simbolis diiringi oleh gurunya. Setelah itu dilanjutkan dengan acara Makan Bersama.

Jumlah pengungsi yang hadir di luar perkiraan panitia. Panitia memperhitungkan 2.000 orang ternyata yang hadir sekitar 2.300. Dengan sigap dan tangkas panitia mengatasi kemungkinan kekurangan makanan sehingga tidak ada masalah dengan makanan.

berastepu 16
Sebagian dari panitia sedang selfie

Uniknya pelaksanaan acara ini adalah sedikitnya jumlah panitia untuk  mengerjakannya, yaitu 10 orang. Selain itu, panitia memiliki waktu bekerja hanya 45 hari untuk mempersiapkan semuanya termasuk mengumpulkan dana. Melihat situasi seperti saat ini, begitu sulitnya mencari uang, namun tergugahnya hati nurani semua saudara-saudara di rantau terhadap keadaan pengungsi asal Desa Berastepu membuat semua yang dihubungi panitia turut aktif mengkontak sanak saudaranya. Semua perwakilan panitia sangat antusias mendukung pencarian dana.

Dana mengalir terus menerus hingga Hari H. Seksi Dana dan Bendahara terus disibukkan mengitung keuangsn yang masuk dan langsung diaudit oleh team IT yang dipimpin oleh Robin Perangin-angin serta langsung di-update di layar yang disediakan panitia untuk memudahkan bagi saudara saudara yang ingin melihat siapa saja penyumbang dan berapa jumlahnya.

Saat ini, telah terkumpul dana Rp. 100 juta lebih. Ini jauh lebih besar dari jumlah dana Rp 87 juta yang dianggarkan panitia. Total pemasukan belumlah final karena sampai hari ini masih ada yang belum terkutip dan rencana panitia akan rapat besok [Senin 26/10] untuk menghitung jumlah total pemasukan dikurangi pengeluaran.

berastepu 18
Penyerahan paket sekolah kepada pelajar SMA/ SMK

Meski jumlah panitia sedikit, berkat bantuan muda mudi asal Berastepu acara berlangsung sangat sukses. Bantuan muda mudi terasa sekali pada saat acara makan siang, khususnya dalam melayani semua hadirin untuk makan.

Kesuksesan acara tercermin dari kesaksian para pengungsi yang menyatakan bahwa mereka sangat senang dan bangga terhadap panitia serta pendukung-pendukungnya.

Dalam waktu dekat, panitia akan mengajak perwakilan-perwakilan semua lingkungan (kesain) di dalam Desa Berastepu untuk mendiskusikan apa saja yang mereka butuhkan ke depannya.

Adapun para perantau asal Berastepu yang hadir adalah Cornelius Bulayat Milala serta ibundanya, Budi Sembiring dan istri, Tenang Ginting beserta dua anaknya, Siska Sitepu sekeluaga (semuanya dari Jakarta) dan keluarga Dani Surbakti dari Batam. Sambutan dari para pengungsi diwakili oleh Bp. Can Ginting mantan Kepdes Berastepu. Perwakilan aparat desa diwakili oleh Atan Bangun dan Suprin Milala.

Sumbangan dana juga dikirim oleh para perantau asal Berastepu yang sedang berada di Malaysia, Singapor dan Jepang.



Leave a Reply