Siapakah Kam?

0
169

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

 

daud sitepuDi Hollywood, kontradiksinya adalah yang gelap dibuat seolah terang dan tidak apa-apa. Malahan yang terbuka dan transparan yang dianggap musuh atau lawan yang harus disingkirkan.


Kembali ke falsafah Karo “sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring” (saling mengobati hasilnya sama-sama sehat, tapi saling membusuk-busukkan hasilnya sama-sama busuk). Sangat menarik falsafah ini. Dapat pula bertahan ribuan tahun lamanya. Sifatnya lebih cenderung kepada keterbukaan dan kebersamaan dalam banyak hal di kehidupan ini.

kam 1Secara gamblang artinya, jika kita hidup bersama satu arah dan tujuan serta bekerjasama, maka kita akan sama-sama tiba pada tujuan itu. Apabila kita saling menjatuhkan dan bertentangan maka kita akan sama-sama gagal serta masuk ke dalam kekelaman/ kegelapan.

Ungkapan ini menunjukan suatu keterbukaan yang bermanfaat. Atas filsafat Karo di atas mengajak kita untuk terbuka memproklamirkan KBB (Karo Bukan Batak, red.) jika kita tidak ingin tergilas bahkan tenggelam dalam kekelaman. Atau, hilang jejak maupun identitas Karo dari lembaran sejarah.

Kalau hilang, kam kalak kai? (kamu orang apa?)



Leave a Reply