Pasar Malam di Purmerend (Belanda) Dimeriahkan Seni Indonesia

1
211

Beidar Nandena dari Karo Juga Tampil

 

makado 3LORETA KARO SEKALI. PURMEREND. Pasar Malam yang menampilkan berbagai kesenian dari Indonesia akan dibuka sejak besok [Jumat 6/11] hingga lusa [Sabtu 7/11] di pusat perbelanjaan (winkel centrum) MAKADO di J. F. Kennedyplein, Purmerend.

Adapun mata acara yang telah didaftar oleh panitia adalah antara lain Hawaian Treasure, Edu Schalk, Kusuma Band, Angklung group Soekaboemi, penyanyi Indonesia Cici, Tarian dari Nuansa Seni Indonesia dan Sekar Ayu serta Penuturan Kisah Beidar Nandena.

Kisah Beidar Nandena akan dituturkan oleh Juara R. Ginting dengan cara bernyanyi sambil memainkan alat musik dari Karo (kulcapi). Kisah ini diangkat oleh Ita Apulina Tarigan setelah ditemukannya seekor kambing hutan (Sumatra Sarrow) di kaki Gunung Sinabung ketika gunung api itu meletus dahsyat.

Selain penampilan seni, Pasar Malam ini juga menghidangkan berbagai acara lainnya termasuk berbagai makanan dan minuman Indonesia, pijat (massage) Indonesia, serta barang-barang belanjaan yang menarik.

Selain tidak dikutip bayaran masuk, ada tempat parkir gratis dan mudah dicapai dari luar. Berbelanja di sini tak perlu takut kena hujan karena dilindungi oleh atap.

Untuk keterangan lebih lengkap lihat http://www.makadopurmerend.nl

Beidar Nandena

Beidar Nandena adalah kisah seekor kambing hutan (beidar) yang melarikan diri dari Gunung Sinabung ketika gunung ini meletus hebat. Dia menangis harus meninggalkan orangtuanya untuk menyelamatkan diri. Dia ketakutan ketika beidar nandenabeberapa lelaki berusaha menangkapnya dengan bantuan beberapa ekor anjing pemburu. Setelah tertangkap, Beidar Nandena dibawa ke Kebun Binatang Medan yang katanya untuk diperiksa tapi dinyatakan telah mati oleh petugas kebun Binatang.

Kisah ini ditampilkan oleh Juara R. Ginting dengan cara bernyanyi sambil bermain musik kulcapi sebagaimana tradisi dari Suku Karo (Sumatera Utara).

1 COMMENT

Leave a Reply