Berita Foto: Peternakan Dekat Kota Leiden

1
182

gugur

 

Juara R. Ginting 3JUARA R. GINTING. LEIDERDORP. Kantor Sora Sirulo di Leiderdorp (Nederland) memang terletak tidak jauh dari, bahkan berada di tengah-tengah, beberapa kota terbesar Belanda seperti Amsterdam, Den Haag, Rotterdam dan Utrecht. Selain itu, Kota Leiderdorp berbatasan langsung dengan Kota Leiden. Namun begitu, ini tidak berarti Leiderdorp meninggalkan cirinya yang lama sebagai wilayah peternakan.

Masih di tepi Kota Leiden dan tak jauh dari Kantor Sora Sirulo, hanya sekitar 20 menit berjalan kaki, kita langsung berada di sebuah wilayah peternakan.

Sebagaimana terlihat pada foto, tampak beberapa domba sedang merumput dengan latar belakang pemandangan beberapa lembu juga sedang merumput, diapit 2 jembatan (sebelah kiri dan kanan). Kedua jembatan menandakan adanya air yang mengalir. Di dekat jembatan sebelah kanan terlihat 2 orang mengendarai sepeda, barusan saja melintasi jembatan itu.

gugur 3
Di foto ini terlihat juga jejak pesawat terbang di angkasa yang simpang siur karena daerah peternakan ini tidak jauh dari Bandara Schiphol.

Lebih jauh lagi ke latar belakang, tampak sebuah kincir angin dan rumah pertanian di dekatnya. Di masa lalu, kincir angin itu dipergunakan untuk menggerakkan alu penumbuk gandum untuk dijadikan tepung roti, selain kegunaannya yang utama untuk memindahkan air dari aliran yang satu ke aliran lain bila sedang musim kekeringan atau sedang musim kebanyakan air.

Lahan peternakan ini sebenarnya adalah tanah gambut (polder). Dibuatlah beberapa aliran air sehingga tempat ternak merumput juga terkotak-kotak dikelilingi aliran air agar: 1. tanah gambut tidak berubah menjadi rawa-rawa tapi tetap kering ditumbuhi rumput makanan ternak, 2. ternak tidak bisa lepas berkeliaran sesuka hatinya kecuali di wilayahnya merumput yang dikelilingi oleh aliran air, 3. persediaan air minum untuk ternak.

Perhatikanlah di dekat 4 domba pada foto di atas, terlihat adanya parit. Dengan adanya parit ini, air hujan yang menimpa padang rumput mengalir ke parit sehingga lapangan rumput tidak becek karena air tergenang. Biasanya dibuatkan juga tangganya di salah satu sisi lapangan rumput agar domba atau lembu bisa ke pinggir parit dan minum di parit bila haus (lihat juga foto sebelah).

gugur 5Kincir angin digunakan untuk memindahkan air dari aliran lebih rendah ke aliran lebih tinggi bila aliran lebih rendah telah penuh/ banjir karena hujan. Dengan kata lain, kincir angin adalah alat mengatasi banjir yang dapat pula digunakan untuk menumbuk gandum menjai tepung roti.

Di foto sebelah, terlihat jelas kincir angin yang tadinya di foto atas sebagai latar belakang yang agak samar. Ada 3 lembu yang sedang merumput dan di sebelahnya tampak rumah pemilik dari peternakan yang luas ini. Kali ini, latar belakang foto adalah tiang-tiang dari kapal layar karena di belakang sana ada danau yang sengaja dibuat dengan cara mengeruk untuk menghindarkan banjir karena Belanda adalah daerah dataran sangat rendah. Secara harafiah, Nederland berarti daerah bagian hilir. Karena itu, di Perancis Belanda tidak disebut Nederland maupun Netherlands, tapi Pays Bas yang artinya dataran rendah.

Mengenai kapal-kapal layar dan danau buatan itu kita akan bertemu di lain kisah.

Selain sebagai wilayah peternakan, hamparan luas yang tepat berada di belakang Kantor Sora Sirulo Nederland itu adalah juga tempat rekreasi (berjalan kaki, bersepeda dan memancing) dan tempat burung-burung bertelur. Sejak pertengahan April hingga pertengahan Juni tempat ini ditutup untuk umum dalam rangka memberi kenyamanan terhadap burung-burung bertelur di sana dan kemudian menetaskan telurnya serta memelihata anak-anaknya.

Sebagai tambahan, di daerah ini tidak diijinkan orang membawa anjing sama sekali (sepanjang tahun) karena dikhawatirkan anjing bisa memburu binatang-binatang liar yang hidup di sana.

1 COMMENT

  1. Menarik juga ini cerita peternakan dan alam Leiderdorp, kincir anginnya yang multifungsi.
    Apa tak bisa diturukan bikin kincir angin seba guna di Karo ya? Salah satu sebagai ganti lesung,
    gia lanai ka pagi ‘meriah erjujung’ hehehe . . .

    MUG

Leave a Reply