Kronologi Kaburnya 14 Tahanan dari Cabang Rutan Pancurbatu

0
188

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. PANCURBATU. 14 tahanan Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pancurbatu berhasil kabur kemarin lusa [Minggu 1/11: sekira 08.45 wib]. Informasi yang dihimpun oleh Sora Sirulo di lapangan menyebutkan, diantara 14 tahanan yang lari itu ada tahanan titipan dari Polsek di jajaran Polresta Medan dan juga titipan dari Kacabjari Pancurbatu.

Diduga awal kaburnya tahanan dari kegiatan rutin beribadah setiap Minggu yang dilakukan tahanan beragama Kristen. Tahanan yang telah merancanakan aksi ini mengambil momentum itu sebagai pengalihan agar dapat melarikan diri dari Rutan Pancurbatu.

Tahanan kabur dari pintu depan dengan cara memukul pegawai yang bernama Jefri Ginting yang  pada saat itu menjaga sendirian.

rutan 1
Kepala Cabang Rutan Pancurbatu (Karyono) saat memberi keterangan pers mengenai kronologi kaburnya 14 tahanan Rutan itu.

Beberapa polisi sudah berdatangan, seperti: Kapolres Medan (Kombes Mardiaz K. Dwihananto), Kasat Sabhara Polresta Medan (Kompol Siswandi), Kasat Reskrim Polresta Medan (Kompol Aldi Subartono), Kapolsek Pancurbatu (Kompol Frido Gultom), Kanit Reskrim Polsek Delitua (Iptu Jonathan SH), Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu (Iptu Jonathan SH), dan Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu (Iptu Herman Sembiring SH).

Setelah beberapa jam di dalam rutan tersebut, Kapolresta Medan (Kombes Mardiaz Kusin D) mengatakan ke wartawan agar konfirmasi langsung saja ke pihak Rutan.

“Langsung saja ke pihak Rutan,” katanya singkat.

Ketika dicecar beberapa pertanyaan, ia pun memilih buka suara.

“Jumlahnya 15, namun 1 tidak bisa keluar, sebanyak 14 tahanan yang kabur,” terangnya. Lanjutnya lagi, mereka terdiri dari berbagai kasus yang berbeda.

“Ada beberapa kasus, ada narkoba, cabul tetapi yang banyak kasus narkoba,” ungkapnya.

Namun begitu, ia mengakhiri pembicaraan dengan menandaskan: “Semua sudah P-22.” Dia katakan ini sembari berlalu menuju mobil dinasnya.

Pihak Cabang Rutan Pancurbatu awalnya bungkam mengenai masalah ini. Ketika dikonfirmasi kepada J. Sitanggang selaku Kepala Subseksi Pelayanan, jawabnya: “Kami lagi sibuk, bos. Jangan dulu diganggu, ya. Besok, besok,” ucapnya.

Karena awak media yang tetap menunggu, Kepala Cabang Rutan Pancurbatu (Karyono) pun memberi lampu hijau kepada awak media. Semua dipersilahkan masuk ke dalam Rutan, dalam ruangannya. Ketika ditanya mengenai kronologis awal, ia pun bercerita.

“Setiap Minggu kami melaksanakan acara ibadah kepada tahanan yang Nasrani. Pukul 08.00 (pagi), bahan makanan masuk ke dalam Rutan. Masuk ke Pintu 1 yang rutan 3dijaga oleh Jefri Ginting. Di saat  bersamaan, tahanan yang akan mengambil jatah makanan dan mau beribadah keluar. Melihat Pintu 2 yang tidak terkunci, sekitar 50 orang secara spontan keluar menuju Pintu 2. 15 diantaranya melewati pintu itu dan berhadapan langsung dengan penjaga Pintu 1, Jefri Ginting. Terjadi baku hantam antara 15 orang dengan dia. Bahkan dia disirim dengan air panas. Karena tidak berimbang, kunci berhasil dirampas. Keluarlah 14 orang. 1 orang berhasil diamankannya,” papar Karyono.

Lanjutnya menceritakan, sisa yang hendak keluar dari Pintu 2 tidak berhasil karena sudah ditutup oleh Jupiter Purba.

“Komandan jaga melihat itu mencoba menutup Pintu 2. Jupiter Purba yang menutup Pintu 2 itu mengalami patah tangan kanan,” ungkap pria yang baru menjabat selama 2 minggu ini.

Dikatakannya bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan membentuk tim.

“Kami sudah membentuk tim dengan polisi untuk melakukan pengejaran. Kami himbau kepada keluarga tahanan kabur untuk menyerahkan diri,” bebernya.

Pihaknya pun akan mengevaluasi bahkan akan menyelidiki kelalaian anggotanya sesuai aturan yang berlaku.

“Kami evaluasi dan selidiki kelalaian anggota sesuai dengan kode etik pegawai,” terangnya.

Ia pun mengeluhkan jumlah tahanan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.

“Napi kami sekarang ada 483 orang sedangkan kapasitasnya hanya untuk 145 tahanan,” tandas Karyono.


Leave a Reply