Tulang Belulang yang Ditemukan Diduga Mayat Hutapea dari Siantar

0
217

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Penemuan sosok mayat yang hanya menyisakan tulang belulang di Jl. Anggrek Raya Ujung, Lingkungan IX, Kelurahan Simpang Selayang (Medan Tuntungan) [Selasa 27/10] masih misterius. Pihak penyidik dari Polsek Delitua pun dikabarkan masih menunggu hasil tes DNA terhadap orang yang mengaku anak korban untuk disamakan dengan kerangka tengkorak tersebut. Menurt Kapolsek Delitua (AKP Daniel Marunduri Sik) ketika diwawancarai melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH, hasil tes DNA akan keluar dalam 2 minggu.


“Hasilnya akan kita ketahui 2 minggu setelah tes DNA,” kata Iptu Jonathan SH ketika dikomfirmasi wartawan.

tengkorak 1
Tengkorak yang diduga adalah bagian dari tubuh Hutapea asal Siantar.

Pantauan Sora Sirulo [Senin 2/11: sekira 14.00 wib], terlihat 5 orang yang terdiri 1 perempuan dan 4 laki-laki yang diduga adalah keluarga dari kerangka tersebut mendatangi Polsek Delitua. Kelima warga Siantar itu dikabarkan hendak mencari perkembangan informasi terkait penemuan tulang-belulang di ruang penyidik Polsek Delitua. Warga tadi pun meyakini kalau kerangka dimaksud adalah anggota keluarga mereka. Hal tersebut dikuatkan dari susunan rahang gigi atas yang menggunakan gigi palsu sesuai dengan ciri-ciri anggota keluarganya yang hilang 5 bulan lalu.
Salah satu pihak keluarga yang mengaku putrid korban bernama Novaria boru Hutapea bersedia dilakukan tes DNA untuk disamakan dengan kerangka yang saat ini masih berada di RSU H Adam Malik, Medan.

“Iya, kami dari Siantar. Ini anaknya,” terang salah satu perempuan yang diperkirakan berusia 50 tahun sambil berlalu.

Sosok mayat yang hanya menyisakan tulang belulang itu ditemukan di balik semak-semak bekas galian tanah timbun di Jl. Anggrek Raya Ujung, Lingkungan IX Kelurahan Simpang Selayang (Medan Tuntungan) [Selasa 27/10: sekira 09.30 wib]. Kerangka mayat berjenis kelamin laki-laki yang diduga merupakan sopir salah satu perusahaan travel di Kota Siantar itu pertama kali ditemukan oleh Amrik Singh, seorang pengarit rumput. Ketika itu, lelaki keturunan Benggali ini berencana memotong rumput untuk makanan ternak lembunya.

Ketika asyik mencari tumpukan rumput yang subur, Amrik tiba-tiba mencium aroma bau busuk. Penasaran dengan bau yang menyengat hidung, Amrik pun berusaha mencari sumber bau tersebut.

Awalnya, Amrik menduga kalau tumpukan tulang belulang itu adalah bangkai binatang. Akan tetapi, begitu lelaki berkulit legam ini mengamati secara seksama, barulah Amrik yakin kalau tumpukan tulang tersebut adalah bangkai manusia. Selanjutnya, Amrik memberitahukan temuannya kepada Kepling setempat dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Delitua. Mendapat informasi adanya penemuan mayat, Unit Reskrim Polsek Delitua di bawah komando Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH langsung meluncur ke lokasi.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan, kerangka tulang tersebut berjenis kelamin laki laki dengan menggunakan celana jeans biru langit merek Lois, ikat pinggang kulit warna hitam merek Crocodile dan celana dalam warna coklat.
Selain itu, korban juga menggunakan sendal jepit warna hitam dan terdapat rentetan gigi palsu pada rahang kerangka.

Leave a Reply