Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini

1
144

pahlawan nasionalARIHINA CHOLIA. JAKARTA. Dalam menyambut Hari Pahlawan 10 November 2015 (besok), Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 orang putra terbaik bangsa Indonesia. Kelimanya selama masa hidup mereka telah melakukan perjuangan, memberikan pengabdian, darmabakti, dan karya yang luar biasa kepada bangsa dan negara.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015.

Kelima Pahlawan Nasional itu adalah:

  1. Alm. Bernard Wilhem Lapian, tokoh masyarakat Sulawesi Utara. Pendiri surat kabar Fadjar Kemadjoean yang menyuarakan kesejahteraan dan surat kabar Semangat Hidoep yang mengobarkan semangat perlawanan terhadap kolonial. Selain itu, BW Lapian juga selalu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat setelah perang kemerdekaan usai.
  1. Alm. Mas Isman, tokoh masyarakat Jawa Timur. Aktif dalam melawan penjajah serta memberikan penyuluhan kesehatan, kebersihan, pendidikan, dan kemerdekaan. Mas Isman merupakan pendiri Kosgoro dan pernah menjadi delegasi RI dalam perundingan di PBB.

  1. Alm. Komjen Pol. (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin, tokoh dari Jawa Timur. Aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. M. Jassin memproklamirkan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia yang artinya melepas keterikatan dengan Jepang.
  1. Alm. I Gusti Ngurah Made Agung, tokoh Bali. Menentang penjajahan Belanda dengan karya-karya sastra. Menolak melanjutkan isi Perjanjian Kuta karena merugikan kemerdekaan kerajaan-kerajaan di Bali.
  1. Alm. Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah yang besar dan membesarkan Muhammadiyah. Beliau memprakarsai pembentukan laskar Islam yang merupakan reaksi terhadap diterimanya Persetujuan Renvile yang dinilai sangat merugikan posisi Indonesia.

Alur pengusulan gelar Pahlawan Nasional adalah dari masyarakat kepada Bupati/ Walikota. Sampai tingkat provinsi, pengajuan tersebut diserahkan kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk dikaji dan diteliti.

Kemudian, selaku Ketua TP2GD, Gubernur menyerahkan usulan nama tersebut kepada Menteri Sosial selaku Ketua Umum Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

Usulan yang telah memenuhi persyaratan administrasi kemudian diteliti dan dikaji lagi oleh TP2GP. Calon yang memenuhi kriteria penilaian, yang diatur pada Pasal 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, diajukan kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan guna mendapatkan persetujuan. Setelah itu barulah diadakan Upacara Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.

Adapun kriteria penilaian dalam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional antara lain: pernah memimpin atau melakukan perjuangan dalam bentuk apapun untuk mencapai, merebut, dan mempertahankan kemerdekaan; tidak pernah menyerah pada musuh pada masa perjuangan; pernah memberikan pemikiran yang menunjang pembangunan nasional serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa; serta pernah melakukan perjuangan yang memiliki jangkauan luas dan berdampak nasional.

1 COMMENT

  1. Pahlawan Baiuzzaman Surbakti,
    Lihat usul prof Ahmad Samin Siregar:

    https://groups.yahoo.com/neo/groups/komunitaskaro/conversations/messages/20701

    Orang Karo dan semua yang mengetahui perjuangan Badiuzzaman Surbakti harus dengan serius memperjuangkan supaya BS diangkat jadi pahlawan nasional. Prof Samin Siregar berulang-ulang menyatakan hasratnya supaya BS jadi pahlawan nasional mengingat perjuangannya dan perangnnya yang lama melawan penjajahan Belanda, dan bahkan beberapa anggota keluarganya ikut korban dalam perjuangan itu. Kalau diteliti dari pengorbanan dan lamanya BS berperang angkat senjata dan cita-citanya yang begitu merakyat menentang perampokan tanah subur Sumtim oleh Belanda karena mau dijadikan perkebunan karet dan tembakau. Hampir seperempat abad BS berperang dan berjuang, sampai dibuang ke pengasingan seumur hidup ke Jawa. Bahkan kuburannya pun tak begitu terurus sampai sekarang.

    Soal kuburan tak terurus terlihat juga tempat kuburan pendiri kota Medan Patimpus. Juga tak diurus dibiarkan begitu saja tanpa ada perhatian. Mahasiswa Karo sudah berulang-ulang dengan suka rela membersihkan dan mengunjungi kuburan ini. Sikap dan tradisi yang luhur.

    Pejuang keadilan Karo dan semua yang sudah mengetahui sejarah BS dan Patimpus harus dengan serius pula membangkitkan semangat bagi penguasa untuk ikut mengerti soal kepahlawanan BS dan penghargaan atas Patimpus yang sudah diakui resmi sebagai pendiri kota Medan. Sekarang pejabat walikota Medan orang Karo pula. Bisa dicoba kepada orang ini seberapa dia mau mengerti dan memahami tuntutan keadilan bagi Karo, terutama mengenai kuburan pendiri kota Medan ini. Dimana-mana di dunia selalu dihargai pendiri satu kota besar, mengapa tidak di Medan?

    Sudah banyak cerita soal BS maupun Patimpus. Sekarang mungkin bukan ceritanya lagi yang penting, tetapi perjuangan lobbi ke penguasa supaya bisa membuka mata mereka soal BS maupun Patimpus. Ini terutama diharapkan kepada anak-anak muda dan mahsiswa Karo mengerahkan kekuatan melobbi penguasa melaksanakan keadilan bagi BS dan Patimpus. Perjuangan ini adalah untuk keadilan nasional bukan untuk kepentingan suku Karo semata. Kebetulan saja orang-orang itu adalah orang suku Karo, tetapi mereka bertindak demi kepentingan nasional. Ayo lobbi! Bisa juga bentuk panitia lobbi khusus untuk tiap tuntutan seperti BS dan Patimpus.
    MUG

Leave a Reply