Kolom M.U. Ginting: Lobbi ke Obama? (Teori Kepentingan)

0
139

M.U. GintingPolitik memang betul berliku-liku, dan kemenangan tetap di pihak yang mengetahui lebih banyak liku-liku itu, yang kalah adalah yang mengetahui lebih sedikit. Karena itu, seperti sudah sering kita diskusikan di milis, paling bagus ialah kalau mengetahui soalnya lebih dari satu sisi saja, atau terutama dari segi yang bertentangan atau dpl ‘kontradiksinya’.

Tiap persoalan adalah kontradiksi. Artinya, di situ ada soal-soal bertentangan. Itulah kontradiksi, itulah juga persoalan yang ditinjau dari segi kontradiksi atau dialektika. Apakah kontradiksi di sini, dalam ‘lobbi Indonesia’ kunjungi Obama itu?

Mau tak mau harus dilihat dari segi KEPENTINGAN, dari segi kontradiksi kepentingan. Di sini tentu kepentingan politik dan ekonomi. Dari segi ekonomi, sudah berulang kita sebutkan yaitu akses ke SDA dan emas di Papua (sejak era EHM) adalah tujuan utama luar negeri.

obama jokowiBahwa Obama dengan modal besar di belakangnya mau memasukkan Indonesia ke TPP (Trans Pasific Partnership). Terlihat juga usahanya yang sama ke Uni Eropah. Untuk itu, dia ingin melobbi introvert kang Joko. Kalau hanya untuk itu, tak perlu Jokowi ke Gedung Putih. Kalau mau minta duit (tambah utang), pasti langsung disambut baik saja. Malah Obama akan berterimakasih, tanpa harus pakai La Garde dan sebangsanya untuk membujuk Indonesia mau berhutang.

Orang Karo umumnya sudah bisa melihat kontradiksi ini. Itulah keuntungannya melihat persoalan dari banyak segi, terutama dari segi-segi yang bertentangan karena dasar dialektika Karo yang sudah ribuan tahun itu, ‘seh sura-sura tangkel sinanggel‘. Dalam hubungan ‘lobbi’ ini berlaku dari segi kepentingan utama tiap nation.

Jangan lupa kalau antara Indonesia dengan luar negeri selalu ada hubungannya dengan SDA, emas, uranium, hutan, laut, penduduk padat sebagai pasar pemasukan barang asing, tenaga murah, dan letak geografisnya yang sangat strategis dsb.

Jadi, kalau dibilang Indonesia melobbi Obama, ini jelas putar balik, liku-liku politik tadi. Banyak yang tertipu memang. JK apakah tertipu atau ikut mau bikin lebih komplikasi liku-liku politik itu, tentu bisa didiskusikan, terutama dari segi KEPENTINGAN tadi, perorangan atau nation. Kalau ditinjau dari segi kontradiksi (kepentingan) persoalannya  lebih simpel dan bisa dimengerti oleh semua.

Jangan ‘rapopo’, kang.

Leave a Reply