Kisah Perjalanan: Praha Itu Indah

0
187

Oleh: Antonius Bangun

 

Antonius GintingSejak masih kuliah di Inggeris (1989-1990) teman-teman sudah bilang Praha itu indah. Ketika itu ada Flag Carrier “Ceko Air” milik pemerintah Cekoslowakia yang ramai dipakai mahasiswa Indonesia untuk pulang ke Tanah Air dan kembali ke Eropah. Tiketnya murah, stop over 1 malam di Praha dengan hotel gratis. Inilah yang membuat banyak mahasiswa pada masa itu mengunjungi Praha dan bercerita tentang keindahannya.

Meski naik British Air, aku tidak seberuntung mereka karena aku tidak bebas memilih, semua diatur oleh pemberi beasiswa (Pemerintah Inggeris). Padahal aku dapat jatah pulang ke Indonesia untuk riset dan pengumpulan data. Jadi aku belum pernah ke Praha.

Bersama rombongan tour keluarga, pertama aku mengunjungi Praha pada tahun 2009. Namun karena hanya merupakan bagian dari tour ke Eropah Timur, kunjungan itu kurang berasa. Begitu banyak keindahan yang disajikan berbarengan sehingga semua menjadi biasa-biasa saja. Barulah pada kunjungan kali ini keindahan Praha bisa aku rasakan.

Kami ke Praha sebagai bonus kerja mengikuti Frankfurt Book Fair, Oktober 2015. Jadi memang refreshing setelah bekerja berlelah-lelah. Seperti orang letih dan lapar dapat makanan lezat maka terasa lezatnya berlipat ganda. Baru melihat saja air liur sudah menetes ingin segera melahapnya. Begitulah perjalanan kami ke Praha kali ini, kami sedang lapar refreshing, maka Praha yang indah itu menjadi luar biasa indah.

praha 5Berangkat dengan kereta ICE dilanjutkan dengan ICBus. Ini pun sudah membawa pengalaman sendiri, menarik dan mendebarkan (Baca: Dipisahkan Oleh Dua Kepala Ular Besi). Keretanya bagus, kami sekeluarga ada dalam satu cabin (6 kursi) dengan sebuah meja di tengah. Dalam perjalanan, kami sudah melengkapi diri dengan minuman dan makanan kecil. Santai banget, ngobrol dan foto-foto, serasa kereta milik sendiri.

Setelah melewati dua kota akhirnya kami sampai di Nurmberg dan di sini kami lanjutkan perjalanan dengan ICBus. Busnya dua tingkat, baru dan mewah. Cabin keren seperti pesawat, begitu juga perjalanannya, empuk, kecepatan konstan, tidak ada rem. Jadi benar-benar seperti di atas kereta ICE atau pesawat terbang.

Sampai di Praha kami berjalan kaki ke hotel. Dituntun oleh google map tidak susah bagi kami menemukan hotel tersebut. Tapi di sini tidak ada orang yang menerima kami. Setelah beberapa kali dibel dan lama menunggu, kami hampir putus asa, tiba-tiba seseorang (tukang, sedang kerja mengecat salah satu apartemen) keluar dari dalam gedung. Kemudian dia menghubungi seseorang dengan telepon dan menyerahkan HPnya ke Pieter untuk berbicara. Tak lama seorang wanita muda, fasih berbahasa Inggeris, datang membawa kunci. Rupanya kantor hotel berada di lokasi berbeda. Di sini hanya kamarnya saja. Seharusnya kami ke kantor dahulu mengambil kunci, baru ke hotel.

Tempat kami nginap adalah hotel apartemen jadi bisa masak sendiri. Terletak di tengah “old town”. Banyak obyek wisata di dekatnya, seperti Jembatan Charles, Kastil Praha, Jam Astronomi dan Menara Televisi Žižkov. Semuanya hanya berjarak ratusan meter dan enak dijangkau dengan berjalan kaki. Luar biasa, semua sangat indah, bisa terlihat dari foto-foto yang berhasil kami jepret.

Tidak jelas bagaimana terjadinya, ketika sampai, kami memperoleh dua apartemen. Satu apartemen dengan tiga kamar, satu lagi dua kamar, masing-masing dengan double bed. Ini kelebihan, kami tidak butuh sebanyak ini. Setiap apartemen memiliki ruang keluarga dengan smart tv 65″ dan home theater. Juga ada dapur beserta peralatannya dan toilet. Laura merasa memesan hanya satu apartemen dengan dua kamar, masing-masing kamar memiliki double bed. Lalu kami minta supaya satu apartemen dibatalkan. Si wanita muda menelepon dan mendapat jawaban tidak bisa. Jadi kami memiliki dua apartemen.

praha 7Masih ada yang aneh, meski kami sudah membayar dengan kartu kredit, tetapi si wanita minta dibayar dengan uang tunai dan katanya pembayaran melalui kartu kredit akan dibatalkan. Mudah-mudahan nanti pembayaran melalui kartu kredit benar dibatalkan.

Cekoslowakia pecah secara damai menjadi negara Ceko dan Slowakia pada tahun 1992. Praha adalah ibu kota dan kota terbesar di Republik Ceko. Penduduknya sekitar 1,5 juta jiwa. Praha telah berdiri sejak abad kesebelas dan dibelah oleh sungai Vltava. Kastil Praha adalah komplek kastil terbesar di dunia. Untuk ukuran Eropah tingkat biaya hidup di Praha relatif rendah.

Bangunan bersejarah di Praha terlihat anggun dan megah. Di malam hari dengan teknik lampu yang tinggi, Praha benar-benar indah. Kemana saja mata memandang, semuanya cantik. Kamera tidak akan pernah salah jepret hasilnya akan memuaskan. Ditambah dengan senyum mantan pacar yang selalu jadi model ditengah atau di pinggir frame maka semua menjadi sempurna. Luar biasa Maha Pencipta.

Orang Praha agak keras, mirip seperti orang Rusia, extrovert, ga mau disalahkan sebaliknya, mau menang sendiri. Suatu ketika, Laura pesan espresso di Coffee Shop. Setelah menerima pesanannya Laura minta air panas untuk dicampurkan ke kopinya karena terlalu kental dan pahit. Pelayan menjawab tidak bisa. Lalu Laura mengatakan, saya tidak bisa minum terlalu pahit. Dengan ketus pelayan menjawab, saya sibuk. Laura pergi meninggalkan restoran dengan sedikit menggerutu dan catatan di hati, tidak akan pernah beli lagi di tempat ini. Hehehe, emangnya masih ke sana?

Meski orang Praha keras dan kurang ramah tapi semua kesan itu hilang ditutup oleh keindahan dan suasana kota yang ramai. Di malam hari semua restoran dan cafe penuh sesak oleh pengunjung. Makanan spesial BPK ditambah bier dan cemilan roti gulung (lupa namanya). Semua menjadi kenangan yang indah di Praha. Tak akan terlupakan. Terima kasih Tuhan atas nikmat yang Engkau berikan.

Praha, 25 Oktober 2015

Leave a Reply