Cakap-cakap Berita: BUAYA TERTAWA

0
158

Oleh: Loreta Karo Sekali (Amsterdam)

Diberitakan Budi Waseso (Kepala Badan Narkotika Nasional) berkata: Anda tidak bisa menyuap buaya. Anda tidak bisa menyakinkan mereka untuk membiarkan tahanan kabur.”  Inilah tanggapan 2 komentator Sora Sirulo tentang perkataannya itu.

M.U. Ginting (Gotebörg, Swedia)

M.U. Ginting 2BW sedang nonton buaya di Medan. Buaya Asam Kumbang bikin inspirasi pada BW hahaha . . .   Buaya mau dijadikan penjaga gembong dan pengedar narkoba.

Kelemahan hukuman ini ialah bahwa pengedar dan gembong narkoba tetap saja lebih pandai dari buaya, karena buaya tetap saja binatang, dan sepandai-pandai binatang . . .

Yang tak bisa diakali oleh industri narkoba hanya hukuman mati. Kemanusiaan bisa selamat dari narkoba dan industri narkoba hanya dengan menghukum mati pengedarnya dan gembongnya. Tanpa hukuman mati, industri ini akan jadi semarak tak ada batasnya bahkan sampai ke semua penjara juga dikuasainya. Uang masuk dan kekayaan industri ini jadi tak terbatas. Lama-lama tak ada lagi yang tak bisa dibelinya termasuk pejabat apa saja bahkan seorang presiden.

Kalau sudah di sini, tak ada lagi kekuasaan apapun yang bisa ngomong soal ‘bahaya narkoba’. Dan tak akan ada lagi kekuasaan selain kekuasaan industri narkoba ini.

Inikah akhir kemanusiaan? Begitu gelapnya masa depan kalau kekuasaan industri ini sudah mencapai puncaknya.

Daud S. Sitepu (Papua)

daud sitepuKalau yang menjaga buaya, tidak akan efektif karena buaya bisa disogok dengan makanan dan pada jam tertentu buaya tidur.

Kalau mau efektif, baiknya dijaga harimau, singa, dan lain-lain. Tapi ini sebatas wacana perlu diteliti lebih jauh lagi.

Yang efektif adalah bila industri narkoba yang dimatikan sehingga tidak ada lagi pembuatannya serta tidak ada pengedar dan pengguna.

Apakah bisa?

Tantangan untuk bangsa kita. Karena dari seluruh dunia dan juga perorangan bisa menciptakannya. Yang Dihukum mati bukan hanya pengedar, tetapi juga yang memproduksinya.

Leave a Reply