Ambulan Puskesmas Terbalik 4 X, 7 Dokter Koas Luka Parah

0
321

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. STM HILIR. Sebanyak 7 dokter muda (Koas) Metodist Medan, mendadak teriak histeris. Mobil ambulan milik Puskesmas Talunkenas yang ditumpangi terbalik-balik 4 kali. Untung saja, tidak merenggut korban nyawa.

 

 

Namun, ketujuh Koas mengalami luka serius di sekujur tubuh dan terpaksa menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Medan.

Informasi diperoleh Sora Sirulo, kecelakaan lalulintas tersebut terjadi di ruas jalan Talun Kenas-Delitua, tepatnya di Desa Talunkenas (Kecamatan STM Hilir Deliserdang) [Rabu 11/11: sekira 10.00 wib]. Saat itu, ketujuh dokter muda yang sedang melaksanakan magang di Puskesmas Talunkenas, hendak melakukan pengobatan gratis di Desa Namoserit (Kecamatan STM Hilir) dengan menumpangi mobil ambulan milik Puskesmas Talunkenas dalam kecepatan tinggi.

ambulans
Mobil Ambulan yang terbalik dan korban.

Namun, ketika mobil jenis kijang berplat merah ini tiba di TKP, tepatnya di jalan menikung dan menurun, tiba-tiba saja dari arah berlawanan mencul sepeda motor yang juga dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, mobil ambulans yang dikemudikan Junita (48) seorang pegawai Puskesmas, menjadi gugup. Takut terjadi tabrakan, bidan yang tinggal di Desa Kuta Jurung (Kecamatan STM Hilir) ini pun terpaksa membanting stir. Akibatnya, mobil langsung terbalik-balik.

“Sejak bergerak dari Puskesmas Talun Kenas, sebenarnya kami sudah panik. Soalnya Bu Junita itu mengemudi langsung ngebut. Kami sudah memperingati, tapi Bu Junita tidak menghiraukan,” kata Elis Srihenta (23) salah seorang dokter Koas yang turut jadi korban kepada Sora Sirulo kemarin [Sabtu 14/11: Siang].

Masih kata Elis dan juga dibenarkan beberapa temannya, selain melaju dengan kecepatan tinggi, mereka juga sempat melihat Junita mengemudi dengan satu tangan sambil bercanda gurau dengan seorang bidan lainnya yang duduk di samping pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

“Kami semua duduk dibelakang, bidan itu duduk berdua didepan sambil bercanda. Kami lihat ibu itu mengemudi kurang konsentrasi. Begitu melihat ada sepeda motor didepanya, ia langsung gugup”, katanya.

Lanjut dikatakan, kalau tidak salah, mobil sempat terbalik sebanyak 4 kali.

“Dalam kondisi luka-luka, kami akhirnya terkurung di dalam mobil. Kami sangat panik, karena takut mobil meledak dan kami semua tewas terpanggang. Tapi Tuhan sepertinya masih melindungi kami,” terangnya.

Tak lama kemudian, warga sekitar langsung mengerumuni lokasi dan memberi pertolongan. Selanjutnya, petugas kepolisian dari Polsek Talunkenas datang ke lokasi. Petugas kepolisian cepat datang, karena lokasi kejadian hanya berjarak sekira 1 km dari Mako Polsek Talunkenas.

Mirisnya, kecelakaan lalu lintas tersebut terkesan ditutupi oleh pihak Polsek Talunkenas. Hal tersebut ditengarai karena pihak Puskesmas dan Polsek Talunkenas sudah ada pat gulipat. Buktinya, Junita selaku sopir ambulans tidak pernah diproses oleh pihak kepolisian. Artinya, tidak ditetapkan sebagai tersangka. Demikian juga dengan mobil ambulans yang ringsek, kini malah terparkir di kantor Puskesmas, bukanya diserahkan ke Unit Laka Polres Deliserdang.

Dugaan belum diprosesnya kasus kecelakaan tersebut diketahui Sora Sirulo saat hendak melakukan konfirmasi terhadap Kasat Lantas Polres Deliserdang AKP Panji, melalui selularnya [Sabtu 14/11: sekira 12.44 wib].

“Oke bang, saya konfirmasi dulu ke Kanit Laka,” kata AKP Panji.

Data diperoleh Sora Sirulo, ketujuh dokter koas Methodist yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah:

– Sukma Riahta beru Ginting (23) warga Jl. Darusalam, Medan. Sukma mengalami patah pada pergelangan tangan dan terpaksa menjalani operasi.

– Dian Siregar (22) warga Desa Muara (Kabupaten Tobasa), mengalami luka memar di sekujur tubuh. Priskila boru Gultom (23) warga Balam (Pekanbaru), mengalami patah kaki.

– Elis Srihenta (22) warga Desa Sidodadi (Kecamatan Biru-biru), mengalami mata sebelah kiri luka dan bengkak akibat terbentur besi.

– Roi Manik (24) sempat pingsan di lokasi karena kepalanya mengalami benturan keras.

– Sartika boru Lumbanbatu (22) warga Jl. Menteng mengalami Patah tangan dan kaki.

– Martina Siahaan (23) warga Simpang Pemda (Medan Selayang) mengalami punggung memar akibat terkena benturan.

Informasinya, beberapa korban masih menjalani perawatan intensif di RSU Elisabet dan RSU H. Adam Malik, Medan. Sementara, sebagian korban masih menjalani berobat jalan dalam prose penyembuhan.

Leave a Reply