Keteng-keteng: Alat Musik Tradisional Suku Karo

1
1038

Oleh: HaraVikana Ansita Kaban (Siantar)

HeraVikanaSuku Karo tentu tidak asing di telinga kita. Namun tidak cukup bila hanya mengetahui namanya saja. Kita juga harus tahu kebudayaan Suku Karo. Kebudayaan Karo bukan hanya saja bahasa, pakaian adat, senjata tradisional, makanan khas Karo dan rumah adat. Dalam budaya karo juga terdapat alat musik tradisional.

Tentu jika bicara tentang alat musik Karo, yang terlintas di pikiran kita adalah keyboard. Namun, keyboard bukanlah alat musik tradisional Karo. Jadi, apa saja kah alat musik tradisional Karo?

Di sini, akan kita bahas alat musik tradisional Karo dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini.

Alat musik Karo umumnya dibuat dari bahan sederhana dan, untuk membuatnya, tidaklah sulit jika punya keinginan yang tinggi. Salah satunya adalah keteng-keteng. Alat musik yang dibuat dari bambu ini sangat terlihat sederhana dan sepertinya tidak akan menghasilkan bunyi yang indah saat dimainkan dan sudah pasti jauh lebih indah dari suara gitar.

Namun, siapa sangka bila keteng-keteng dimainkan dengan cara yang bagus dan sayembara menulis 1serius, alat musik tersebut akan menghasilkan bunyi yang indah sekali. Meski terlihat sederhana, tidak semua orang dapat memainkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tahun terakhir ini, pemuda/i Karo kembali memperkenalkan alat musik keteng-keteng di tengah masyarakat luas setelah beberapa tahun hampir tidak pernah dimainkan lagi dan keberadaannya hampir punah.

Bukan itu saja. Sebulan yang lalu, sebuah organisasi di Medan menampilkan beberapa anak dari daerah Sinabung untuk memainkan alat musik keteng-keteng tersebut. Hal ini tentunya sangat mendukung sekali agar alat musik tradisioanal Karo tetap terjaga dan terlestarikan.

Tentu sebagai bagian dari Suku Karo, kita tidak ingin kebudayaan kita hilang, bukan Jika kita memang tidak ingin kebudayaan itu hilang, mari mulai sekarang kembali lestarikan budaya kita; baik itu di bidang seni, pakaian, bahasa, rumah adat dan makanan khas.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar keteng-keteng tetap ada dalam budaya kita:

1. Mulailah menyukai alat musik tersebut dan mencoba untuk memainkannya.
2. Kita bisa membentuk sebuah komunitas yang memainkan alat musik Karo terlebih alat musik keteng-keteng.

Selain itu, cobalah untuk lebih menyukai budaya sendiri dibandingkan dengan budaya lain seperti budaya yang kebarat-baratan. Dengan demikian, budaya Karo tetap terjaga dan kemungkinan akan dikenal oleh seluruh dunia.

Kalau bukan kita siapa lagi? Mejuah-juah!


1 COMMENT

  1. Mejuah-juah, ini komen dari redaksi. Untuk memperlihatkan bagaimana bentuknya komen. Kalau ada masalah dengan kolom LIKE, silahkan pakai kolom share saja. Di sana terlihat juga berapa jumlah yang menshare tulisan ini.

    Saat ini, sudah sudah ada 423 yang menshare (dengan facebook) dan masih 1 yang LIKE. Belum ada komentar.

Leave a Reply