Kolom Bastanta P. Sembiring: Anak Beru Kerja-kerja

2
158

bastantaAnak Beru Kerja-kerja, merupakan kelompok pekerja dalam kerja-kerja (hajatan) pada Suku Karo. Tegun (kelompok) ini ditentukan dari posisi dalam satu keluarga besar, yang merupakan kelompok pengambil dara (wanita) dalam satu keluarga dan teman sedalinen (teman seiring/ sejajar).

Ayah saya menikahi ibu saya dari jabu (keluarga) Ginting, maka kami sekeluarga merupakan anak beru di keluarga Ginting. Atau, misalkan satu saat saya menikahi perempuan dari keluarga Ginting, maka saya dan keturunan saya menjadi tegun anak beru dalam keluarga Ginting tersebut. Dalam setiap hajatan keluarga Ginting, saya dan keluarga saya memposisikan diri sebagai kelompok pekerja atau anak beru.

kerja-kerja
Foto: Juara R. Ginting

Dalam kehidupan sehari-hari Suku Karo, anak beru ini bukan hanya sebagai kelompok pekerja dalam pesta saja, namun kelak juga bertanggungjawab atas segala permasalahan yang terjadi di keluarga kalimbubunya, yakni kelompok yang anak daranya diambil (pemberi) atau dalam hal ini seperti contoh sebelumnya adalah keluarga Ginting. Bahkan dahulu, tegun anak beru dalam kuta (perkampungan Karo) dipersenjatai, hal ini bertujuan untuk melindungi keberadaan dan aset-aset kelimbubunya dari gangguan pihak luar.

Peran anak beru dalam satu hajatan tidak haya pada hari diselenggarakannya hajatan tersebut, tetapi mulai dari perencanaan awal hingga kegiatan tersebut benar-benar telah berakhir. Mulai dari runggu (musyawarah), mentaksasi dana, mendaftar segala kebutuhan, baik untuk komsumsi, peralatan, dekorasi, dll; belanja kebutuhan, tata acara, memasak, dlsb. Semuanya bagian dari tanggungjawab anak beru.

Anak beru pun harus bertanggungjawab kepada kalimbubunya atas apa saja yang terjadi saat sebelum hingga berakhirnya hajatan itu.

Peran dan tanggungjawab anak beru dalam setiap hajatan Suku Karo sangat penting dalam mendukung suksesnya suatu acara, sehingga tidaklah mengherankan jika Suku Karo rajin dalam mengikuti acara-acara adat. Hal ini untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan sangkep nggeluh (tatanan sosial Karo: Sembuyak, Anak Beru, Kalimbubu, dan Senina) agar saat kelak mereka melakukan hajatan, misalkan menikahkan anak, dapat berjalan dengan baik, karena didukung penuh oleh sangkep nggeluh, khususnya tegun anak beru yang bertindak sebagai pekerja dalam hajatan Suku Karo.

“Suksesnya hajatan dalam Suku Karo tidak ditentukan oleh besar dana yang dianggarkan, namun sangat ditentukan oleh peran aktif sangkep nggeluh, terkhususnya lagi tegun anak beru dan temanna sedalanen.

Mejuah-juah!

2 COMMENTS

  1. payo nge tapi adi gundari nggo lebih canggih,
    adi la bere minemndu anak beru e entah dudurkendu isapndu banci kang kari dahin e lalit sindahikensa (anak beru kang man tami-tamin)

Leave a Reply