Kolom M.U. Ginting: CERMATI KEPENTINGAN LEBIH BESAR

0
161

M.U. GintingMasih simpang siur berita dan informasi soal Freeport ini, walaupun Menteri ESDM Sudirman Said sudah menyerahkan nama pencatut presiden ke MKD (Majelis Kehormatan Dewan) di DPR. Tetapi bagi publik, prinsip paling bagus tetap ialah membaca serta mengikuti informasi dan pendapat dari segi-segi bertentangan yang, dalam hal ini, adalah antara orang-orang yang punya pendapat bertentangan. Sama halnya dengan soal ‘dwelling time’ pelabuhan.

Soal Freeport adalah soal DUIT. Di sini, semua punya agama sama seperti kata Voltaire. Semua pihak butuh duit. Freeport juga menggunakan duit untuk bikin orang bertentangan (adu domba) dengan harapan yang menang memihak Freeport dan diri sendiri luput dari sasaran publik.

Freeport diperpanjang 6 bulan oleh menteri ESDM Sudirman Said, tentu duit juga di sini, tak perlu disangkal. Dan mau dialihkan ke persoalan lain yang mau minta saham (juga duit). Jadi, pertentangan ini jelas ada dan sudah mulai. Sekarang, tinggal meneruskan prosesnya dan menunggu siapa menang.

Dengan mengikutkan publik, pasti yang menang akhirnya publik. Tak akan ada yang kuat melawan publik dalam era KETERBUKAAN ini. Dengan ikutnya ribuan publik, freeport 2persoalan tak bisa digelapkan lagi. Soal-soal akan terbuka. Kalau sudah terbuka, gampang diselesaikan. Hanya soal gelap yang susah diselesaikan.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menuding Sudirman Said mengalihkan isu dari perpanjangan kontrak itu.

“Justru memberikan rekomendasi yang menguntungkan Freeport yang dilakukan perpanjangan kontrak selama 6 bulan. Jangan-jangan ini hanya pengalihan isu terkait perpanjangan kontrak tersebut,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta [Senin 16/11] (merdeka.com).

Ketika diberitakan bahwa AS ikut melatih serta menciptakan ISIS dan sekarang ini AS ikut pula membomi ISIS, Daud S. Sitepu (Papua) berkata: ”Mungkin ada kepentingan yang lebih besar”. Dugaan ini betul memang. Kepentingan yang lebih besar adalah dan selalu adalah kepentingan EKONOMI alias DUIT.

Bagi kita tak usah jauh-jauh, sebab utama 3 juta dibantai pada tahun 1965 ialah demi akses ke SDA dan emas Papua, artinya duit tadi. Pendirian ISIS tak akan lepas dari tujuan utama ini. Sumber minyak di Timur Tengah dan juga penjual senjata automat canggih, bahan peledak canggih tentu ikut juga main. Juga Bankir internasional semua tambah keuntungan lipat ganda dengan perang bersenjata.

Leave a Reply