Menghujat Simpati

0
167

Oleh: Vivi Jonathans (Soest, Nederland)

 

 

Vivi Jonathans
Penulis

Setelah Paris Attack ini, banyak komentar dan berbagai analisis. Tapi, yang membuat saya heran, adalah pernyataan “tidak perlu simpati terhadap tragedi ini”, karena banyak lagi permasalahan di dunia yang sering kali luput dari pemberitaan, bantuan dan simpati.

Itu memang benar. Tapi sebenarnya, tragedi apapun tidak bisa dibenarkan, termasuk di Paris ini. Tidak perlu ada hubungannya dengan ras, agama atau kepentingan apapun. Pada saat anda memutuskan untuk bersimpati terhadap suatu kejadian, silahkan lakukan. Tetapi tidak perlu anda menghujat orang yang bersimpati atau bahkan media/ perusahaan/ negara dll yang menyatakan simpati.

Sama halnya ketika ada tetangga anda yang kemalangan, yang menolong hanya Pak RT dan sekitarnya, tetapi ketika direktur perusahaan anda yang kemalangan banyak orang yang menolong, termasuk artis terkenal. Lalu anda menghujat orang-orang yang menolong direktur tersebut, karena menurut anda, ketika tetangga anda kemalangan kok orang-orang tersebut tidak menolongnya.

Satu pertanyaan mendasar, ketika ada suatu kemalangan atau tragedi, apa yang sudah anda lakukan untuk pekerjaan kemanusiaan? Orang-orang yang tertimpa kemalangan adalah korban, itu yang harus digarisbawahi.

Tragedi Paris ini, mereka berada pada waktu dan tempat yang salah. Jika saja tau akan ada orang gila pembunuh, apa mereka bersedia untuk berada di lokasi tersebut? Bagaimana jika itu adalah adik, kakak atau orangtua anda yang sedang jalan-jalan di area tersebut? Anda di rumah pasti sibuk mencari tau status keselamatan mereka. Jika mereka selamat, anda akan bersyukur. Jika mereka adalah korban……. (silahkan aplikasikan ke kondisi masing-masing).

Intinya, simpati untuk tragedi apapun di dunia ini adalah sah, apapun, siapapun di manapun, jika anda masih memiliki hati nurani.

Leave a Reply