Kolom M.U. Ginting: HARAPAN BAIK

0
158

M.U. Ginting 2Apakah harapan masa depan menghilangkan perjuangan kepentingan dengan sandiwara berdarah adalah utopi saja? Memang sulit untuk menjawabnya secara pasti.

“Tetapi, harapan yang baik harus selalu ada di hati manusia dalam keadaan apapun, kata Daud S. Sitepu (Papua). Betul memang, janganlah kita jadi putus asa pula.

Marilah coba bandingkan situasi abad lalu dimana tak ada kemungkinan sama sekali membongkar kegelapan seperti yang kita lihat sekarang ini. Itulah saya pikir yang paling memberi harapan, semakin mantapnya keterbukaan, semakin luas tersebar di kalangan massa publik, sebagai akibat dari perkembangan teknik digital internet, perkembangan yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun.

Bertambahnya pengertian kita soal bank dan duit yang diciptakannya, soal kegiatan mereka yang harus membikin perang dan pertikaian mempertahankan dan ratna sarimenaikkan untung bank. Bank bikin fabrik senjata dengan tangan kiri, tangan kanan bikin perang atau bikin ISIS, dan menjual senjatanya ke ISIS. ISIS rampok sumber minyak milik rakyat seperti di Syiria dan Irak, dan uangnya masuk ke fabrik senjata yang juga milik bank.

Fabrik senjata juga sangat lihai menggunakan seorang presiden untuk kirim/ jual senjatanya ke ISIS seperti terjadi dengan presiden Perancis dan ISIS. Sekarang Hollande sibuk cari otak atau gembong utama sandiwara Jumat berdarah di Paris. Kalau kita sudah mengerti seluk beluk semua ini tentu jadi bahan tertawaan sandiwara lanjutan ini.

Tetapi, ini bukanlah lelucon, karena mayoritas penduduk dunia masih mengikuti trend estblishment ini. Semua juga ingin menangkap otak kejadian ini. Hanya sebagian sangat kecil yang sudah mengetahui otak sesungguhnya adegan sandiwara berdarah ini, karena sudah mengetahui sutradaranya yang sesungguhnya.

Siapa yang membiayai ISIS?

The Establishment selalu punya jawaban, tetapi jawaban yang betul ialah uang pajak rakyat, SDA rakyat dan yang dikorbankan juga rakyat, oleh ISIS atau oleh Soeharto bagi kita. Harus ada korban, dalam rangka menciptakan Fear Factor di kalangan masyarakat. Dengan Fear Factor rakyat bisa dikendalikan lebih gampang, dikendalikan  untuk menutupi kegelapan, yang masih sangat gelap bagi mayoritas penduduk dunia. Tetapi perubahan sudah ada, dan bisa sangat cepat.

Leave a Reply