Kolom M.U. Ginting: MADU DAN RACUN

0
146

M.U. Ginting 2Jaman sekarang memang susahlah dibayangkan kalau pelaksana terror seperti di Jumat Berdarah Paris itu adalah orang-orang yang patuh beragama dan memperjuangkan agama (Islam). Perencana utama terror sangat mengerti psikologi dan jarang sekali bikin kesalahan dalam memilih pelaku-pelaku utamanya di lapangan.

Dalam sejarah, banyak terjadi memang. Di Kuba perencana utama ini tak salah memilih Batista sebagai seorang kriminal kawakan dan di Indonesia pernah dicoba dengan seorang ’penjual’ pentil ban mobil.

Pelaku lapangan ini sepertinya menganggap kalau perbuatan mereka bagus dan bertujuan mulia. Mereka sama sekali tidak mengetahui tujuan utama gerakan yang mereka lakukan, KEPENTINGAN UTAMA penggeraknya. Atau mereka mengerti tetapi mau bikin ’kenderaan’ saja untuk tujuan peibadinya pula.

Seperti di Indonesia, tujuan gelap di belakang semuanya ialah SDA dan emas Papua. madu dan racunIni diketahui kemudian, walaupun masih banyak juga yang belum bisa memahami seperti umumnya penguasa modern The Establishment negara-negara seluruh dunia. Ini terlihat juga dalam sandiwara pengejaran ’pemain utama’ teror Paris dan katanya sudah ’menemukan’ seorang yang bernama A. . . sandiwara ’lucu’, tetapi sangat serius bagi perkembangan PENGETAHUAN PUBLIK DUNIA.

Tetapi, arus perkembangan KETERBUKAAN telah memberikan harapan bagi kemanusiaan, karena semakin banyak yang mengerti soal ’bank dan duit’ serta kriminalisme yang diciptakannya demi profit.

Bank dengan tangan kirinya menciptakan fabrik senjata, dan tangan kanannya menciptakan ISIS atau perang, sengketa, pecah belah, hostility antara berbagai golongan dan berbagai nation. Untungnya (profit) yang dicapai selalu berlipatganda.

Semua yang bayar ialah pajak rakyat dan SDA rakyat  dan mengorbankan rakyat sebanyak mungkin juga diperlukan dalam rangka menciptakan FEAR FACTOR sehingga lebih gampang mengendalikan dan mengarahkan publik dan kekuatan massa publik (psikologi).  

Leave a Reply