Kolom M.U. Ginting: SUKSES SNOWDEN (Terbitlah Terang)

0
144

M.U. Ginting“Bahkan orang-orang yang tidak melakukan kejahatan tetap diawasi dan direkam. Suatu saat sistem represif semacam ini bisa menjadi tiran,” kata Snowden.

Betul sekali pernyataan ini. Snowden kelihatan tulus dan jujur dari hati nuraninya membongkar sikap tak manusiawi dari NSA menyadap sembarangan orang termasuk presiden berbagai negara dan orang-orang tak bersalah dalam suatu kejahatan atau dicurigai.

Banyak pendapat bahwa Snowden patut dihargai sebagai pahlawan kemanusiaan. Mengapa tidak. Snowden dengan perbuatannya menelanjangi kebusukan NSA dan yang sekarang malah telah mengubah pikiran Obama untuk hentikan penyadapan itu, tak diragukan bahwa Snowden betul-betul berjasa.

Snowden menunjukkan dan membuktikan kepada dunia bahwa perbuatan memata-matai orang lain apalagi kepala-kepala negara negeri lain tanpa alasan yang patut, sungguh sangat tidak terhormat dan menimbulkan saling curiga antar negara, dan sama sekali tidak menciptakan rasa persahabatan dan perdamaian.

Sikap Snowden menunjukkan bagaimana pentingnya menghilangkan kegelapan atau hubungan gelap yang masih dipakai oleh beberapa negara tertentu dalam menghadapi negara dan kepala negara lain demi kepentingan negara tertentu (jelas bukan kepantingan perdamaian antar negara) dalam hal ini AS dan juga sekutunya Australia yang ketahuan bertugas memata-matai SBY sebagai Presiden RI.

Sekarang, telah semakin diyakini oleh manusia dunia bahwa KETERBUKAAN dengan semua soal yang menyangkut kepentingan bersama kemanusiaan dan perkembangan bersama dunia tak bisa lagi digelapkan untuk kepentingan satu negara tertentu saja; dengan mencuri info secara gelap dari negara lain.

angin kencang
Suasana di depan Kantor Sora Sirulo Belanda (Leiderdorp) ketika angin kencang Level Kuning dan Level Oranye di Belanda 2 hari lalu [Minggu 29/11].

Keperluan sosial kemanusiaan tak bisa lagi diselesaikan dengan cara menggelapkan persoalannya atau hanya dimonopoli oleh satu negara tertentu. Persoalan besar kemanusiaan dan perkembangan dunia harus diletakkan di atas meja sebagai persoalan terbuka dan persoalan bersama semua negeri. Misalnya, seperti soal lingkungan dan pencemaran lingkungan yang solusinya harus melibatkan semua nagara. Kita mengharapkan supaya konferensi lingkungan di Paris sekarang bisa merumuskan secara TERBUKA kepentingan bersama negeri industri maju dengan kepentingan negeri berkembang yang kaya hutan sebagai paru-paru dunia

Negara-negara industri maju yang paling banyak bikin polusi dengan koldioksidnya harus bisa ditetapkan sumbangan wajibnya ke negeri-negeri paru-paru dunia; spt. Indonesia, Brasilia, Konggo, dan banyak negeri berkembang lainnya yang masih banyak hutannya. Hutan sebagai paru-paru dunia. Makanya paru-paru dunia itu harus dijaga kesehatannya.

Di Indonesia sekarang perlunya bantuan konkret menghindari dan memadamkan kebakaran, serta juga perambahan yang terus menerus terjadi juga di negeri-negeri paru-paru dunia lainnya.

Usaha intelijen negara yang masih bisa dipakai sekarang dan ialah dalam rangka membuka usaha-usaha gelap perusak paru-paru dunia itu. Di sini masih perlu dipakai, tetapi juga bukan kekuatan utama karena KETERBUKAAN lah yang akan lebih banyak berperan dalam membasmi semua kegelapan.

Dalam keterbukaan, sudah tentu tak diperlukan ’intelijen’ tertutup.

Leave a Reply