Kolom M.U. Ginting: SUKA MENOLONG

0
143

M.U. Ginting 2Apa ada suku bangsa di Indonesia yang tidak suka menolong, ya? Jawabnya, tidak ada. Itulah tradisi dan way of thinking rakyat Indonesia semua suku dan kultur, dan sudah sejak adanya bangsa ini. Itulah tanda Kejujuran dan Keikhlasan. Karena itu juga gejala KETERBUKAAN sangat terkesan mendasar dan mendalam serta sangat cepat perkembangannya karena dalam keterbukaan selalu ada kejujuran dan keikhlasan.

Kalau ada yang tak begitu (tak punya kejujuran dan keikhlasan) pastilah pengaruh penjajah, dan militer penjajah sejak era kolonial. Kalau sekarang ialah pengaruh tak terelakkan dari Neolib yang dibawakan oleh Freeport, misalnya. Lihatlah rekaman keserakahan SN, MR, MS, dan juga koruptor-koruptor besar lainnya seperti kasus BLBI, Bank Century, koruptor pajak, dsb.

Betapa dahsyatnya negeri ini kalau bisa membuka soal ini semua pada waktunya. Sekarang sudah dimulai dengan keterbukaan penelanjangan PENGALIHAN ISU Freeport, bahkan pengalihan isu yang dimulai dengan bantai penentang Neolib 1965 telah semakin dibuka dan dipahami. Pengalihan isu dalam kedok ’terrorisme’  juga semakin jelas, kalau ’proyek’ terrorisme adalah pengalihan isu demi DUIT DAN SUMBER DUIT.

Proyek ISIS dipakai pertama untuk merampok dan mengambil alih SDA sumber minyak Syiria dan Irak. ISIS punya duit tak terbatas karena aliran dua sumber minyak Syiria dan Irak juga masih tak terbatas seperti sungai mengalir. Proyek ISIS tolongjuga dipakai untuk bikin FEAR FACTOR, pemboman dan pembunuhan dimana saja supaya gampang mengendalikan opini publik dan mengarahkan publik atau mengalihkan atau PENGALIHAN ISU dari tujuan utama: Duit, duit, sumber duit seperti SDA. 

Proyek terorisme seperti proyak ISIS sudah semakin jelas dimengerti oleh publik dunia, terutama sangat pesat perubahan analisa di Indonesia, karena sifat dan sikap keterbukaan atas dasar KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN tadi.

Neolib Indonesia bisa saja panggil aktivis ISIS bikin Fear Factor di Indonesia, karena Neolib ini ‘menghalalkan semua cara demi kontrak’ kata Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung, Asep Warlan Yusuf. Mereka menghalalkan semua cara dari dulu juga, dalam rangka PENGALIHAN ISU tadi tentunya. Tetapi publik Indonesia sudah memahami seluk beluknya dan itu yang penting.

Ketua MUI DS juga sudah bikin analisa soal ‘proyek terrorisme’ ini. Demikian juga semakin banyak analisa tepat dari pihak intelektual dan akademisi Indonesia yang siap bikin pencerahan yang semakin mendalam dan luas soal terrorisme dan Neolib serta tujuan utama proyeknya seluruh dunia.


Leave a Reply