Kolom M.U. Ginting: PERANGKAP

0
160

M.U. Ginting 2Setnov nuntut balik soal rekaman atas pembicaraannya dianggap ’rekaman ilegal’. Badrodin menyamakan dengan CCTV di rumahnya.

“Kalau misalnya Anda bertamu ke rumah saya, ada CCTV, itu kan rekaman juga, kan sama saja. Apakah itu harus izin orang yang bertamu? Karena itu untuk dokumen pribadi,” kata Badrodin di Istana Bogor [Selasa 8/12].

Kalau untuk ’dokumen pribadi’ kan mestinya tidak diserahkan ke MKD, Pak Badrodin? Hahaha . . .

perangkap 2
Membuat perangkap lalat buah (jeruk)

Perbandingan Badrodin kurang meyakinkan karena CCTV pribadi di rumahnya dan juga sebagai Kapolri bisa dianggpa penting ada CCTVnya. Setnov bukan bertamu tetapi bertemu dengna seseorang yang merekam diam-diam tanpa setahu Setnov. Pelaku petemuan satunya (MRC) sampai lari ke LN karena bukti rekaman gelap itu bikin dia ketakutan. Patutnya dia juga menuntut balik daripada sembunyi begitu.

Perangkap ini memang mematikan bagi kedua orang ini. Ya . . .  namanya juga perangkap (trap). 

Bagi menteri ESDM, Sudirman Said, untungnya punya alasan; karena soal Freeport adalah soal kementeriannya dan soal negara. Bagi SN dan MRC tinggal tunggu nasib. Sama halnya dengan tikus masuk perangkap. Namanya juga masuk perangkap.

Penduduk dunia semakin banyak. Semakin banyak yang pasang perangkap dan yang masuk perangkap. Pengetahuan soal perangkap harus dipertinggi. Terutama bagi pejabat negara karena, kalau masuk perangkap, bisa bikin rakyat juga terjebak; walaupun dalam hal ini sepertinya perangkapnya memihak rakyat, karena menjerat orang-orang yang mau ambil uang rakyat.

Ini dari segi positifnya.

Leave a Reply