Pilkada Samosir Rawan Konflik

1
109
siska ginting

Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Forum Generasi Muda Simataraja Indonesia (FORGEMSI), Janner Simarmata, kepada wartawan sambil mengajak seluruh lapisan masyarakat Samosir untuk menjaga sikap, ucapan dan perbuatan, supaya pelaksanaan Pilkada Damai bisa terwujud.

“Kita harus menciptakan kondisi yang aman, kita berharap semua kandidat tidak menggunakan cara-cara yang kotor untuk memenangkan pilkada ini, karena hal itu jelas merusak wibawa kabupaten kita ini,” ungkapnya hari ini [Selasa 8/12].

Dirinya mengharapkan agar masyarakat dapat cerdas dalam menentukan pilihan, karena semua kandidat memiliki potensi. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu janner 2perpecahan, kampanye hitam dan politik uang karena ini akan merugikan pemerintahan ke  depannya.

“Jangan menjadikan perbedaan dalam pemilihan pemimpin menjadikan perpecahan di masyarakat Samosir. Siapapun yang terpilih nantinya dialah yang terbaik dan patut untuk kita dukung dalam kepemimpinannya” ucapnya.

Dia mendorong penyelenggara Pilkada untuk bersikap benar-benar netral. Melayani dengan adil dan tidak berpihak. Hingga saat ini pelaksanaan tahapan pilkada sampai pada tahapan kampanye akbar telah berjalan dengan baik dan cenderung kondusif. Meski begitu, dia berharap aparat keamanan tidak lengah.

“Tetap harus mewaspadai terhadap berbagai kemungkinan,” ujar Janner.

Lebih lanjut, Janner mengatakan, pelaksanaan Pilkada 9 Desember besok akan digelar mulai pada pukul 07.00wib – 13.00 wib. Semoga berjalan dengan lancer dan damai, masyarakat diimbau untuk ikut mengawal proses demokrasi. Bukan justru membuat keonaran akibat sentimen tinggi dan fanatisme terhadap calon yang berlebihan.

1 COMMENT

  1. Di Karo tidak begitu terdengar kegelisahan pilkada. Ini ada kelainannya dengan Samosir. Bedanya apa ya? Kulturnya? atau perkembangannya?
    Sangat menarik nanti setelah selesai pilkada, jawaban pertanyaan diatas bisa lebih objektif dan lebih ilmiah, dan yang memungkinkan kita semua dapat pelajaran berharga. Berharga karena soal ini menyangkut seberapa perubahan yang sudah terjadi jika dibandingkan kedua kabupaten yang berlainan kultur/budayanya, apakah kultur/budaya suku bangsa berkaitan dengan kecepatan perubahan dan perkembangan, termasuk dalam pemikiran. Sangat menarik!
    MUG

Leave a Reply