Curi Beras di Toko Ginting Mergana, 2 Pencuri Medate Digudam Warga

0
159

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. 2 orang dengan wajah babak-belur dibawa polisi ke Mapolsek Delitua. Mereka tertangkap karena mencuri 4 goni beras di Toko Arodepa milik Kerenius Ginting (35) warga Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang (Medan Tuntungan) [Sabtu 12/12: sekira 13.00 wib].

Kedua tersangka masing-masing adalah Ari Irawan (30) warga Jl. Karya Ujung (Medan Johor) dan Diky (33) warga Jl. Dr. Mansyur Gg. Berdikari (Medan Selayang). Mereka yang disebut-sebut menderita HIV/AIDS ini harus merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Delitua.

Awal cerita, duet pencuri ini berkeliling di kawasan Simpang Selayang mencari apa yang bisa diambil. Setelah memperhatikan toko milik Ginting, Diky berinisiatif untuk mengambil beras yang terpampang di sana. Ari pun mengamininya, lantas keduanya memasang strategi agar meloloskan hajatan mereka. Tugas pun dibagi, Ari mempunyai peran sebagai pengalih perhatian dari Ginting dengan harapan agar Diky dengan leluasa mengambil beras yang diincar.

Aksi pun dimulai. Sesuai skenario, Ari menjalankannya dengan baik. Giliran Diky yang mengeksekusi beras. Satu per satu goni dilansirnya, sementara Ari tetap saja curi 3mengalihkan perhatian Ginting. Lama-kelamaan Ginting curiga dan memergoki Diky yang mengambil tanpa bayar.

“Ngapai kau di situ, maling kau ya?!” hardik Ginting kepada Diky.

Kontan ia terkejut dan memilih kabur begitupun dengan Ari, Ginting yang sudah emosi mengejar keduanya. Kejar-kejaran antara mereka terjadi, dan keduanya membelokkan arah ke dalam sebuah gang untuk menghilangkan jejak. Rumah warga menjadi tempat persembunyian mereka.

Tak kehilangan akal, Ginting merasa keduanya tidak begitu jauh dan memilih bersembunyi juga untuk mengelabui pencuri tersebut. Merasa sudah aman, keduanya pun keluar. Setelah terlihat keluar, Ginting pun berteriak, maling. Sekejap sunyi yang ada terpecah dengan keluarnya warga yang mencari tahu asal suara. Alhasil Ari dan Diky tak bisa melarikan diri lagi, momentum ini tak disia-siakan oleh warga yang sudah geram.




Satu per satu memberikan cinderamata berupa pukulan untuk pelajaran bagi keduanya hingga medate. Di sela-sela pukulan itu, Diky mengaku bahwa mereka berdua adalah pengidap penyakit HIV/AIDS agar mereka berhenti memukul.  Dan, berhasil. Warga yang tadi emosi mendadak menghentikan pemukulan. Tiba-tiba, salah satu warga mengusulkan untuk tidak menggunakan tangan kosong tetapi memakai alat. Ronde selanjutnya, tidak lagi tangan kosong yang hinggap di badan pelaku namun sudah berupa kayu dan batu. Ocehan keduanya tidak lagi dihiraukan oleh warga.

Tak begitu lama, lewatlah polisi yang sedang melakukan rutinitas patroli. Petugas langsung mengamankan keduanya begitu tahu duduknya permasalahan. Mereka berdua diboyong ke Mapolsek Delitua beserta 4 goni beras yang sudah diambil.

Kepolisian setempat melalui Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan SH mengatakan, kedua pelaku sudah diamankan dan diproses sesuai dengan perbuatannya.

“Keduanya sudah diamankan beserta 4 goni beras yang sudah diambil dan kita proses sesuai perbuatannya,” tandas Jonathan.




Leave a Reply