Diskusi Rencana Pengembangan Pertanian Karo (Bagian 3)

0
165

Laporan RIKWAN SINULINGGA (Berastagi)

 

rikwan sinulinggaSayur-mayur dari Kabupaten Karo tidak kalah dengan sistem semi organik atau organik. Namun, promosi, packaging (pengemasan) dan pemasaran kita jauh tertinggal untuk itulah kita masih perlu belajar dan bekerjasama dalam memasuki pasar modern tersebut.

BPR NBP 15 Berastagi merupakan lembaga keuangan yang selama ini konsisten untuk ikut dalam pengembangan petani Dataran Tinggi Karo. Kredit yang disalurkan cukup tinggi di sektor pertanian. Selain itu, PT BPR NBP 15 Berastagi sudah melakukan pelatihan-pelatihan di wilayah kerjanya yang sudah menjadi programnya selain mendidik bagaimana Para Petani Taneh Karo mengelola keuangannya.

“Kami juga rutin melakukan pelatihan pertanian melalui kerjasama dengan penyuluh swasta maupun PPL dari Kecamatan Dolat Rakyat ini. Untuk meningkatkan pelayanan ke petani, kami juga terus berbenah diri dimana petugas-petugas lapangan kami terus diasah agar memiliki pengetahuan tentang pertanian sehingga mampu mendampingi para petani dalam mengelola usahanya. Pengalaman kami ini memberikan dampak yang sangat positif bagi para petani, dan PT. BPR NBP 15 Berastagi tentunya selalu siap untuk membantu para petani khususnya permodalan bagi petani,” jelas Rikwan Sinulingga salah satu perwakilan dari PT BPR NBP 15 Berastagi.




BMT Alkaromah Berastagi juga sudah mulai merambah sektor pertanian sejak 2 tahun ini dan program BMT di tahun 2016 akan bergerak mulai dari sektor hulu sampai hilir. Pembiayaan dari sektor pertanian dan sektor pemasaran, dimana BMT akan mencari pemasaran melalui kerjasama dengan lebih dari 78 cabang BMT di Sumut untuk mencari pasar produksi hasil pertanian dari Taneh Karo.

“BMT akan bekerjasama dengan koperasi-koperasi kelompok tani maupun Gapoktan yang sudah mampu memproduksi hasil pertanian yang terstandar.,” papar perwakilan dari BMT Alkaromah Berastagi.

Para perwakilan kelompok Tani dan Gabungan Kelompok tani sangat antusias dengan pertemuan dan diskusi ini. Semua siap membantu. Mulai dari Penyuluh Swasta dan PPL yang selalu siap mendidik petani dalam pengelolan tanamannya hingga para pengusaha bibit yang juga terus mengembangkan bibit yang berkualitas tinggi.

Para lembaga keuangan yang siap memberikan pinjaman sebagai modal petani dibantu lagi dengan pemasaran yang lebih luas. Para petani juga siap untuk meningkatkan kualitas (mutu) hasil pertanian dari Taneh Karo. Demikian juga petani tetap berharap agar kerjasama ini terus ditingkatkan untuk kesejahteraan para petani Taneh Karo.

SELESAI




Leave a Reply