Puisi: Karo Dulu, Kini dan Mendatang

0
173

Oleh: Ululau Galoh (Anaheim, California)

 

Kala musim tanam tiba
Sanak ceria datang menolong
Kala musim tuai, berderai tawa sesama sanak bekerja sama
Canda ria, kaki berdentum berirama mengirik padi.
Kala duka menerpa, sekampung datang menghibur
Duh…… Karo dulu memang indah

Karo Kini????
Musim tanam, musim tuai, tak lagi seperti dulu
Anehnya, guro-guro merdang merdem tambah ramai
Are-are2 lagu bergemerincing menghias kesain yang kini bernama jambur
Dunia maya dari tiada menjadi ramai
Suara-suara itu riuh terdengar: “KBB!!!!”
Yaa…..Karo memang bukan Batak
Tapi, masihkah Karo kini adalah Karo????
Masihkah Karo Maka Karo????




Kala duka
Ucap turut berduka di dunia maya memang ramai
Leher pegal menoleh-noleh berharap sanak datang menghibur
Cellphone berklik pertanda SMS datang
SMS turut berduka dari sanak
Teriring khabar tak bisa datang karena sibuk, buk, buk …

Karo mendatang????
Ya… tanda tanya itu tampaknya tak perlu
Setidaknya tulisan ini tak lagi bercakap Karo
Ahhh… tanda tanya tuk masa mendatang terus menggoda
Tapi ku yakin, YME kan melindungi kami
Sang Juru Selamat telah datang

Selamat Natal 2015



Leave a Reply