Kolom M.U. Ginting: DAN, KARO TERKELIN!

0
139

M.U. GINTING 3Perbedaan antara keduanya hanyalah dalam pengelolaan,” kata penulis (Kolom Salmen Kembaren) dalam soal membandingkan Bogor dan Berastagi.

Betul sekali, saya pikir. Adanya perbedaan dalam pengelolaan berarti karena adanya perbedaan dari si pengelola, tepatnya OTAK SI PENGELOLA, atau mental si pengelola. Kalau mentalnya masih penuh sampah berarti belum menjalankan Revolusi Mental presiden Jokowi.

Dalam rangka ini, bisa juga memang pakai 3 formula Ahok dalam menghadapi pejabat yang tidak mengabdikan dirinya untuk kemajuan daerah yang dipimpinnya, yaitu pecat, pecat, pecat! Ini mungkin tak berlaku bagi bupati yang baru akan dilantik, tetapi bisa diberlakukan bagi bawahannya yang menata kebersihan Berastagi.

Bupati yang baru terpilih harus di depan memimpin revousi mental ini. Untuk membersihkan satu kota dibutuhkan memang akal atau ide yang bersih juga, kalau ide kotor tak bisa dipakai di sini. Karena itu, perlu pembersihan dulu di kalangan penanggungjawab kebersihan kota. Sebelum membersihkan jalan, bersihkan dulu pejabat ini.

berastagi 15
Dalam rangka Hari Juang Kartika 2015 Kodim 0205 /TK mengadakan Karya Bhakti membersihkan Kota Berastagi sampai dengan depan Kubu Hotel. Dandim 0205 /TK Letkol Inf Agustatius Sitepu mengajak TNI, Polsekta Berastagi, PPM Karo, FKPPI Karo dalam kegiatan ini. Berita selengkapnya klik DI SINI.

Ahok jalankan prinsip itu di Jakarta, dan kita sudah banyak melihat hasilnya. Ciliwung sudah bersih, banjir sudah berkurang, walaupun sering hujan. Bagian kota yang banyak kotor dan sampah telah mulai bersih dan jadi indah malah, seperti daerah rawa Pluit.

Karena itu, ‘pecat, pecat, dan sekali lagi pecat’ sangat penting dalam pelaksanaan Revolusi Mental di daerah seperti Kabupaten Karo. Tak perlu ragu, revolusi mental menguntungkan perkembangan dan menguntungkan rakyat daerah, dan seterusnya menguntungkan perkembangan dan kemajuan negeri ini.

Soal keterbukaan juga terlihat jelas bahwa Ahok berada di depan. Semua rapat DKI dibikin terbuka, publik bisa hadir dan mendengarkan semua pendapat dari pejabat kota, dan keputusan yang diambil juga terbuka bagi publik.



Sangat indah dan pasti luar biasa jika bupati Karo yang baru terpilih ini bisa mempraktekkan semua hal-hal yang sudah berhasil dipraktekkan oleh Ahok di Jakarta. Semua kuncinya adalah KETERBUKAAN dan KEJUJURAN serta KEIKHLASAN mengabdi daerah Karo.

Ayo mana bupati Karo Terkelin Brahmana yang mau mulai menirukan Ahok? Maju, Pak! Tunjukkan gigimu, tunjukkan Karo ke dunia. Jadikan Karo contoh, seperti Jakarta Ahok, Surabaya Irma, Bandung Emil.

Dan, Karo Terkelin!




Leave a Reply