TENDA BIRU GUNDALING

1
175

Mery F. SinulinggaMERY F. SINULINGGA. BERASTAGI. Perlu dipastikan apakah tenda-tenda di Bukit Gundaling milik per orangan atau milik Pemerintah Kabupaten Karo.

Ada info dari masyarakat setempat bahwa tenda-tenda itu adalah uaha per orangan. Mereka memasangnya sebagai tempat berteduh pengunjung. Berarti ada setoran ke dinas terkait.

Pemasangan tenda boleh disetujui, tapi mengapa dilepas tanpa perawatan sementara tiket masuk tetap dikutip? Pengujung yang datang tidak untuk duduk di tenda karena hanya mau melihat pemandangan saja jadi merasa kurang nyaman untuk bersantai di sana.

Selain itu, warga masyarakat setempat merasa dipinggirkan karena tidak ikut mengelola usaha di Gundaling. Padahal, mereka punya tanah pribadi di badan Bukit Gundaling. Lahan mereka menjadi semak belukar.








1 COMMENT

  1. Ide dan trobosan baru yang lebih sesuai dengan keadaan masih dibutuhkan demi perubahan dan perkembangan. Situasi yang ada ialah banyak pengunjung, dan dari situ ‘banyak duit’. Trobosan cari duit dengan tenda biru terlihat tak tepat, ide mengajak duduk santai tanpa suguhan apa-apa atau pemandangan terhalang pula.
    Ide bikin eskalator (tanpa mobil masuk) naik keatas, dengan beberapa ‘stasiun’ sebelum sampai ke puncak, juga satu ide yang mungkin, karena tujuan utama memang melihat pemandangan dari atas. Bisa juga dibangun eskalator keliling semacam kereta keliling gundaling untuk melihat-lihat pemandangan tadi. Semua ide harus dilihat dari segi lingkungan juga, jangan merusak.

    MUG

Leave a Reply