Hary Tanoe, Jangan Asbun!

0
189

Oleh: Daud S. Sitepu (Jayapura)

 

daud s sitepuMengkritik lebih mudah daripada memimpin. Tapi, kritikan juga penting untuk perbaikan kepemimpinan. Kepemimpinan swasta jauh lebih mudah daripada kepemimpin bangsa dan negara. Kritikan Hary Tanoe terhadap kepemimpinan Jokowi sebenarnya biasa-biasa saja, kok, tidak lebih dari pada apa yang juga sudah dikemukakan oleh para pakar ekonomi, pakar sosial, dan lain-lain.

Jadi, bukan hal baru dan juga tidak sangat mendalam.

Apakah ini mengandung unsur untuk mengangkat popularitas nama dan partainya?

Menggerakan perubahan hasilnya butuh waktu yang tidak singkat, berbeda dengan menaikan harga BBM yang langsung kelihatan berdampak. Sedangkan perubahan mental itu perlu penggerak perlu kesadaran banyak jiwa, baik pemimpin maupun warga yang dipimpin. Perlu juga role model sebagai teladan yang menggerakan.

Hary TanoeAdapun untuk ekonomi MEA, saya yakin Indonesia siap dan tidak perlu ragu. Kadang bangsa kita di awal kalah start tetapi begitu tahu polanya bisa mengejar ketinggalan. Contohnya, Indonesia yang baru Merdeka selama 70 tahun sudah bisa melangsungkan Pilkada bersamaan dalam era demokrasi ini. Banyak negara lain yang sudah duluan Merdeka belum pernah melakukan Pilkada. Contohnya adalah Negeri Belanda.

Dari sisi kepintaran, dulu-dulu Indonesia belum banyak menjadi juara dalam even internasional seperti Olimpiade Matematika, teknologi, robot, dan lain-lain. Kenyataannya, Indonesia saat ini selalu peroleh medali emas. Jadi, Hary Tanoe jangan asbun. Mari sama-sama kita bangun NKRI ini sesuai bidangnya masing-masing.







Leave a Reply