Traffic Light Simpang Pasar Delitua, Buat Jalan Kian Macet

0
180

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Lazimnya traffic light bermanfaat sebagai sarana memperlancar arus lalu lintas. Namun, tidak demikian dengan traffic light yang terdapat di persimpangan Jalan Besar Delitua. Pasalnya, masih banyak pengendara yang tidak menaati ‘lampu merah’ dan menerobos tanpa memikirkan pengguna jalan yang lain. Mirisnya, sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan yang berada di persimpangan terkesan cuek.

M. Ilham (32), salah seorang pengendara roda dua berkomentar mengenai persoalan ini.

“Mana nya yang ngatur jalan ini? Udah tau lampu merah tapi masih aja jalan kenderaannya,” ujar Ilham warga Delitua yang kecewa dengan amburadulnya lalu lintas di sana.

Dirinya yang biasanya menggunakan rute Jalan Besar Delitua harus dibiasakan dengan adanya traffic light.

“Mau gimana lagi? Tiap hari aku lewat sini. Biasanya ada dari Dishub (Dinas Perhubungan) di sini (persimpangan),” keluhnya ketika macet.

Hal senada juga diutarakan oleh Ari (33) warga Percut Sei Tuan yang kebetulan melintas.

“Banyak kali yang jualan di pinggir jalan ini. Cemana mau lewat?” ketusnya.

macet 3Lanjutnya berkata, ruas jalan yang seharusnya digunakan oleh pengendara sebagian sudah ‘diambil’ oleh pedagang kaki lima. Pejalan kaki juga tak luput dari dari masalah ini. Hak mereka berjalan di trotoar sudah ‘ludes’ digarap oleh pedagang kaki lima dan tukang becak yang mangkal.

Sedari awal memang sudah banyak yang mengeluhkan mengenai pembangunan traffic light.

“Dari awal banyak masalah di sana. Dibangunnya kapan, siapa yang bangun kami gak tahu. Tiba-tiba sudah siap,” tambah Itong (57) warga Delitua.

Masih dikatakan oleh Itong, padahal hal itu menggunakan uang negara yang sudah seharusnya transparan dalam penggunaannya.




“Katanya revolusi mental, kalo kayak gini apa yang revolusi?” ucapnya penuh tanya.

Dirinya juga menyinggung sedikit mengenai pemerintahan setempat, yaitu Kecamatan Delitua.

“Camat maunya lihat situasinya, bagaimana pengguna jalan, bagaimana pejalan kaki. Janjinya setelah dibangun taman bunga tidak akan ada lagi pedagang, tapi masih banyak juga (pedagang),” tandasnya.

Untuk mengetahui di mana letak permasalahannya sehingga banyak pengendara yang melintas dan pejalan kaki susah untuk melewati persimpangan itu, awak media mengonfimasi kepada Camat Delitua, Kurnia Boloni Sinaga. Namun sayang, setelah dihubungi tidak ada jawaban hanya ia mengirimkan sebuah pesan singkat yang bunyinya: ‘Maaf, saya sibuk. Hubungi nanti.”




Leave a Reply