Sirulo TV: Barong di Museum Etnologi Leiden (Minggu 3 Januari 2016)

0
134
barong 2
Foto: Ridha Aditya Nugraha

LORETA KARO SEKALI. LEIDEN. Setelah sukses menampilkan pertunjukan Barong dari Jawa di Museum Etnologi Leiden beberapa hari lalu [Minggu 20/12], Dr. Clara Brakel beserta para artis dari Kuwung-kuwung dan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Leiden akan tampil kembali besok lusa [Minggu 3/1] di tempat yang sama.

Pada penampilan yang lalu, ruangan dipenuhi oleh penonton yang umumnya adalah  keluarga-keluarga yang memiliki anak kecil. Penampilan barong ini memang dalam kaitannya dengan thema Hewan-hewan Ditakuti di Berbagai Belahan Bumi yang salah satunya adalah barong dari Jawa.

Thema ini tidak mengarahkan penontonnya kepada anak-anak saja, tapi Clara Brakel sang pakar seni pertunjukan Jawa dan budaya Pakpak ini tampaknya meraciknya sedemikian rupa sehingga bisa membuat anak-anak merasa sangat terlibat di dalamnya. Ini terutama sekali dipengaruhi musik yang ditata oleh Renaldi dan penggunaan topeng oleh hampir semua pemeran.



Kisah dimulai pada suatu malam. Seekor binatang buas (barong) memasuki halaman kampung. Yah, hampir di semua kebudayaan di Indonesia menganggap pada malam hari permukaan bumi adalah bagian dari hutan atau dunia margasatwa. Masalahnya timbul ketika binatang buas itu ketiduran di halaman rumah seorang warga kampung hingga di pagi hari. Saat itu, mbok pemilik rumah (diperankan oleh seorang mahasiswi asal India) sedang menyapu halaman dan tanpa sadar kakinya menyentuh tubuh barong.

“Auuu !!!!!!!” dia berteriak terkejut dan lari terbirit-birit, sedangkan sang barong sudah pada bangun. Dia bergerak perlahan, masih malas-malasan. Bangkit dari mendekam. Mbok itu sudh terlanjur pula memanggil warga kampung yang datang beramai-ramai hendak membunuh sang barong.

Apa yang kemudian terjadi? Silahkan saksikan video di bawah ini (Bagian 1). Saksikan pula pada video-video lanjutannya (Bagian 2 dan seterusnya) di SINI (klik).




Leave a Reply