Kolom W. Wisnu Aji: Terobosan, Keberpihakan, dan Kerja Cepat, Makna Kinerja Jokowi 2015

1
126

 

wijayanto 8Awal Tahun 2016 sudah tiba. Dalam dinamika kinerja Presiden Jokowi kelihatan nyata di mata rakyat. Berbagai upaya dilakukan Jokowi dalam membenahi nagara dari berbagai macam carut marut masalah bangsa yang perlu solusi cerdas dari presiden rakyat. Terobosan, keberpihakan dan kerja cepat sebagai simbol memaknai Jokowi 2015. Lalu, apa saja langkah yang diupayakan Jokowi 2015 ?!

Dari awal tahun hingga penghujung Tahun 2015, telah banyak langkah yang diambil Jokowi dalam mewujudkan visi nawacita demi menata bangsa lebih baik. Tak pelak halangan serta rintangan telah menjadi makanan keseharian Kabinet Jokowi dalam membenahi carut marut masalah bangsa saat ini. Bahkan kritik, saran, masukan serta makian didengar terus hasil dari aspirasi rakyat terhadap kondisi bangsa ini; mulai dari halus, kasar maupun blusukan merupakan cara Jokowi menyerap aspirasi rakyat sehingga bisa dirumuskan eksekusi kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Jokowi 6Kami klasifikasikan 3 kata kunci yang dapat memaknai kinerja Jokowi dalam kebijakan 2015, yaitu terobosan, keberpihakan dan kerja cepat. Melalui momentum ini kami akan ulas satu per satu

Pertama, soal Terobosan, Jokowi sejak pasca dilantik setiap langkah kabinet Jokowi selalu dimaknai dengan terobosan-terobosan yang out of the box dalam mengatasi rumitnya masalah bangsa saat ini.

Hal tersebut dimulai dari terobosan Reformasi Anggaran yang fokus utamanya penghapusan subsidi yang mencoba mengalihkan dari sektor konsumtif menuju sektor produktif. Terobosan Reformasi Anggaran juga pada fokus anggaran yang biasanya Jawa sentris menuju luar Jawa sentris, terutama Kawasan Timur Indonesia. Jokowi juga melakukan Revolusi Utang dengan lebih fokus pada produktifitas utang untuk menggerakkan ekonomi lewat pesatnya pembangunan infrastruktur, bukan utang untuk bayar subsidi atau sektor konsumtif kayak penguasa-penguasa sebelumnya. Masih banyak terobosan-terobosan lainnya yang selalu dimaknai sebagai solusi masalah bangsa ala Jokowi




Ke dua, berkaitan dengan keberpihakan, setiap kebijakannya selalu memaknai keberpihakan Jokowi pada visi kerakyatan Jokowi. Keberpihakan yang ruh arah geraknya demi miningkatkan akselerasi kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan tanpa harus memanjakan rakyat dengan program meninabobokan rakyat untuk bermalas-malasan. Keberpihakan dalam mendorong upaya akselerasi kemandirian ekonomi rakyat demi peran-peran partisipatoris keberlanjutan dalam membangun bangsa.

Ke tiga adalah berkaitan dengan kerja cepat Jokowi. Dalam setiap langkahnya, baik ketika menekankan fokus kerja pada kabinet kerja yang dipimpin maupun kinerjanya sendiri saat menyerap aspirasi rakyat, dipastikan selalu Jokowi melakukan visi kerja cepat demi segera menuntaskan masalah bangsa yang Jokowi 5sudah tidak sabar ditunggu hasilnya oleh rakyat. Jokowi minitikberatkan kerja cepat apalagi yang berkaitan dengan persoalan infrastruktur rakyat di manapun yang telah dicanangkan dan juga soal ketahanan pangan nasional yang berhubungan langsung dengan perut rakyat.

Bahkan, kalau perlu dalam fokus kerja cepat, Jokowi tidak segan bikin time table target bagi jajaran yang dipimpinnya untuk dapat mengukur keberhasilan menteri dan jajarannya dalam menuntaskan masalah yang berkaitan dengan rakyat banyak. Jokowi selalu mengontrol dan mengevaluasi fokus target tersebut demi dapat segera dirasakan manfaatnya bagi rakyat banyak.

Jadi, dengan ketiga kata kunci tersebut di atas, pastilah rakyat banyak akan lebih merasakan manfaat besar kinerja Jokowi dan kabinetnya dalam akselerasinya menata bangsa untuk menjadi lebih baik dan maju pesat. Tanpa terobosan, keberpihakan dan kerja cepat seolah-olah rakyat tidak mampu memaknai kinerja Jokowi bersama rakyat dalam menyelaraskan Pembangunan yang berkelanjutan demi bangsa yang lebih baik.

Melalui refleksi awal Tahun 2016, mari kita dukung terus kerja-kerja riil Kabinet Kokowi demi menguatkan negara yang berdikari dalam ekonomi untuk tujuan jangka panjang … Merdeka!!!!!
‪#‎SalamPencerahan‬

Salam Hormat Kami ; CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESSIF MOVEMENT (CS REFORM )




1 COMMENT

  1. “berkaitan dengan keberpihakan, setiap kebijakannya selalu memaknai keberpihakan Jokowi pada visi kerakyatan Jokowi. Keberpihakan yang ruh arah geraknya demi miningkatkan akselerasi kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan tanpa harus memanjakan rakyat dengan program meninabobokan rakyat untuk bermalas-malasan.”

    Jokowi jelas memihak kepentingan rakyat, kepentingan nasional Indonesia. Ini merupakan ukuran terpenting apakah seorang pemimpin baik atau buru. Yang baik ialah yang memihak rakyat/kepentingan nasional. Yang buruk/jahat yang mewakili kepentingan luar (neolib).

    Satu lagi yang perlu dihafalkan ialah bahwa pemimpin Indonesia yang terus terang dan secara terbuka memihak neolib selalu lebih baik daripada yang secara gelalp dan diam-diam memihak neolib, karena orang ini bisa menipu publik.

    Ukuran pemimpin era sekarang, cara yang paling baik dan simpel untuk mengingatnya ya itu saja, pro nasional atau pro neolib(kepentingan orang luar) . Sudah itu pro neolibnya terbuka atau gelap. Yang kedua ini (gelap) paling harus diwaspadai.

    Dalam soal terrorism, pemimpin nasional yang baik ialah yang sudah menyatakan bahwa terrorism bukan kerjaan orang islam seperti JK juga sduah katakan bahwa terroris tak ada kaitannya dengan islam dan bukan kerjaan orang islam. Pemimpin nasional yang baik ialah yang sudah mengerti bahwa terrorism menyangkut kepentingan profit war industry, atau pedoman ’war is good for business’, jelas sudah terlihat dengan bikin ISIS itu.

    Salah satu perbedaan besar antara kepemimpinan Jokowi dan Obama ialah: Obama dikuasai oleh kapital besar, Obama mau bikin peraturan baru soal kebebasan pembelian dan pemekaian senjata api di Amerika selalu dapat tentangan dari kongres dan gagal. Jokowi bebas dari tekanan kapital besar seperti neolib. Kalau Jokowi satu waktu sudah dikuasai oleh kapital ini, selesailah Jokowi. Tetapi dia masih bertahan dipihak kepentingan nasional. Indonesia bersyukur.
    MUG

Leave a Reply