Kolom M.U. Ginting: Mengganjal Mafia-mafia

0
101

M.U. GINTING 3Sarang-sarang mafia di Indonesia sudah aktif sejak era Orba. Baru presiden Jokowi yang ’ada waktu’ mengurusnya dan menumpasnya dengan menhancurkan sarang-sarangnya; seperti mafia sepak bola, mafia Petral, mafia daging sapi, mafia pelabuhan, mafia pangan impor. Presiden-presiden sebelumnya tak punya waktu untuk memikirkan soal mafia ini. Mereka terlalu sibuk dengan urusan pribadi atau politiknya. Jadi, urusan ’demi rakyat’ selama ini masih dalam jargon politik saja.

Padahal, menindak mafia adalah urusan ’demi rakyat’ yang paling penting. Mafia menghabiskan uang negara bersama koruptor-koruptor besar pejabat negara, tetapi justru ini yang tak digubris selama ini. Sekarangpun masih kuat gerombolan mafia ini. Walaupun sarangnya sudah dibubarkan, tidak berarti orang-orangnya sudah hilang. Karena itu, Jokowi tak boleh berhenti di tengah jalan dan tak boleh lalai.

Tiap saat mafia-mafia ini menanti waktu dan kesempatan yang cocok. Semua celah yang mungkin pasti digunakan dan masih kuat persekutuannya dengan koruptor-koruptor besar maupun kecil di birokrasi negara. Apalagi badan pemberantas korupsi KPK sekarang adalah KPK bikinan ’wakil rakyat DPR’ yang telah dikenal sebagai institusi terkorup seluruh Indonesia.

Yang lebih harus diwaspadai juga ialah intaian dari luar (neolib) internasional atas tinggi rendahnya keaktifan mafia dan koruptor di lapisan pejabat tinggi negara atau birokrasi negara terutama dalam kaitannya dengan SDA. Apalagi di Indonesia ada perusahaan neolib SDA Papua.




Barusan saja ada buktinya bagaimana neolib ini berusaha memanfaatkan petinggi negeri ini seperti Ketua DPR RI dilobi dan dimanfaatkan. Untungnya, sudah ada aliran keterbukaan sehingga apa saja ’yang tak baik’ akan terbongkar juga, kata presiden Jokowi. Betul memang, kasus gelap ketua  DPR Setnov sudah terbongkar dan tertelanjangi. Malah kasus ini bikin pencerahan luar biasa bagi publik mengenai soal kegelapan neolib di Indonesia selama setengah abad. Artinya, sejak disingkirkannya Soekarno dari kepresidenan RI.

Terakhir setelah Setnov gagal, yang mau dimanfaatkan ialah gubernur Papua. Sudah dilobi ketika Natal oleh direktur Freeport MS, dan dalam tingkat tertentu sudah keluar omongan sang Gubernur Papua. Dia memakai mantra terkenal ’demi rakyat Papua’ Freeport harus terus diperpanjang kontrraknya, katanya. mafia 3Mantra terkenal ’demi rakyat’ ini memang cocok digunakan dalam semua situasi dan siapa pula yang tak mau pakai mantra mujarab itu?

Hanya neolib kali yang tak pakai langsung karena bisa jadi bahan tertawaan dan tak akan dipercaya. Karena itu, neolib pilih orang tertentu untuk mengucapkan mantra itu. Harus cocok orangnya dan waktunya. Ini psikologi tinggi dan kecakapan tinggi. Sayangnya, pengetahuan tinggi ini tadi sudah hafal betul bagi banyak orang (publik) sehingga tak bisa lagi dikatakan ’tinggi’. Lebih tepat dikatakan pengetahuan rata-rata saja. Siapa sekarang yang tak mengetahui ’pengetahuan tinggi’ ini?




Harus memang diakui bahwa pengetahuan tinggi neolib dalam soal kontradiksi (pertentangan dan konflik di masyarakat), pengetahuan psikologi tinggi, pengetahuan tinggi soal analisa situasi konkret, telah sempat membawa kecemerlangan neolib abad lalu terutama pertengahan ke dua abad lalu itu. Di Indonesia, kecermerlangan neolib ini ada contoh konkretnya di hadapan mata kita sendiri yaitu Freeport (50 tahun) tanpa tersentuh sedikitpun, mengeruk hasil entah seberapapun tak ada yang gubris dan tak ada yang tahu apa yang dikeruk dari SDA bumi Papua. 

Begitu juga keberhasilan mafia-mafia nasional tersebut di atas yang juga sangat erat kaitannya dengan neolib karena neolib tak akan bisa hidup satu haripun di Indonesia kalau tak ada mafia-mafia dan koruptor-koruptor besar pejabat Indonesia.

Semboyan neolib ’duit, duit, duit dan sumber duit’ tak akan pernah bisa tercapai tanpa koruptor dan mafia dan dengan bantuan 3 macam pengetahuan tinggi itu, pengetahuan mana sekarang sudah berubah jadi pengetahuan rata-rata di kalangan publik, bukan tinggi lagi. Itulah berkat INTERNET dan KETERBUKAAN yang memungkinkan pencerahan dan kontrol publik yang belum ada bandingannya dalam sejarah kalau ditinjau dari sudut perkembangan kesedaran kemanusiaan dan perkembangan dunia umumnya.




Leave a Reply