Kolom M.U. Ginting: Vonis Angelina Sondakh

1
170

M.U. GINTING 3Atas vonis ini, Ketua MA Hatta Ali menolak berkomentar.

“Saya tidak boleh berkomentar sebab memang sudah kode etik hakim kita nggak boleh komentari putusan,” kata Hatta Ali di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus [Rabu 30/12].

Kalau pengambil keputusan bungkam saja tak mau berkomentar, berarti tak terbuka dan tak mau persoalannya diperdebatkan untuk mempertanyakan apakah betul atau tidak keputusan itu. Padahal, persoalan ini  menyangkut uang negara atau uang rakyat yang dicoleng dan harus dikembalikan dari yang berjumlah Rp 40 M menjadi Rp 15 M.

angelina sondakh 2Lumayan jugalah Rp 25 M bisa hilang di tengah jalan. Ini merupakan sebuah sejarah yang bisa juga, satu waktu nanti, mengakhiri riwayat jabatan Ketua MA.

Tetapi, publik memang harus berani kasih pendapat serta menuntut semua informasi dan argumentasi secara terbuka. Ini sudah memungkinkan karena semua ’yang tidak baik’ akan susah menyimpannya menurut Presiden Jokowi. 

Ayo, mari semua massa publik kasih pendapat dan kritik apakah betul atau tidak alasan/ argumentasi yang digunakan oleh MA  ’demi rakyat’ atau demi siapa?








1 COMMENT

  1. Presiden Jokowi bilang bahwa ‘semua yang tidak baik’ pastilah akan terbuka juga akhirnya karena era ini adalah era keterbukaan, katanya. Memang betul sudah banyak pengalaman soal ini. Yang terakhir ialah gelap-gelapan sang ketua DPR akhirnya terbuka, artinya ‘yang tidak baik’ itu jadi terbuka juga. Semua yang bermain gelap ini berkerja ‘demi rakyat’, begitu Setnov dan juag pastilah ketua MA ini. Dan apa saja ‘demi rakyat’ tak perlu ditutupi, kalau ditutupi juga berarti tak berani terbuka, dan tak berani terbuka sudah jelas bukan ‘demi rakyat’. Rakyat atau publik maunya semua diatas meja, sudah setengah abad soal-soal ‘demi rakyat’ ditutupi, sekarang bukalah sebagai tanda kejujuran terhadap rakyat.

    MUG

Leave a Reply