Kemarau Tiba, Pesanan Air Bersih Meningkat di Karo Gugung

0
105

rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. Setelah hujan yang terus-menerus di bulan September hinggas Desember 2015 lalu, saat ini Dataran Tinggi Karo (Kasro Gugung) memasuki Musim Kemarau (Perlego). Terik panas mentari mulai terasa di sepanjang hari. Demikian juga malam hari, udara panas juga masih terasa.

Saat inilah para penjual air bersih mulai kebanjiran pesanan untuk air minum, mencuci, memasak, dan lain-lain.

Jika dalam 2 minggu saja hujan tidak turun, maka permintaan akan air bersih ini melonjak bahkan 5 kali lipat. Solnya, kebutuhan air bukan hanya untuk kebutuhan airrumah tangga, tapi juga untuk kebutuhan pertanian seperti penyiraman tanaman, menyemprot tanaman dan air minum ternak.

Memang, untuk kebutuhan pertanian dan ternak masih bisa mempergunakan air sungai di desa masing-masing. Namun, bagi lahan pertanian yang jauh dari sumber air alami, sudah lebih memilih membeli air dari pada mengambil sendiri ke sungai. Selain harga yang masih terjangkau, lebih praktis dan lebih cepat.

Hasil survey tim Sora Sirulo di beberapa desa Dataran Tinggi Karo, untuk pembelian air bersih rata-rata kisaran Rp 1.000/ jerigen atau Rp 6.000/ drum berisi 200 liter air.

Namun, tentunya, pengusaha air bersih dari sumur bor ini harus tetap menjaga kebersihan airnya dan pelayanan yang cepat ketika pesanan datang. Rata-rata tiap desa sudah memiliki minimal 3 penjual air bersih. Pelayanan yang cepat dan kebersihan air yang tidak berbau tentunya menjadi service yang menjadi pilihan pembeli.








Leave a Reply