Kolom M.U. Ginting: UJI NYALI

0
107

M.U. GINTING 3Diskusi soal leadership ini masih sangat aktual, dan tetap menarik. Dalam menilai kepemimpinan Amien Rais (AR), Frans Purba menulis: “Kembali AR tidak menunjukkan kepribadiannya . . . haha opportunis tulen.”

Menarik juga pasti, kepemimpinan ini dilihat dari segi opportunis ini. Semakin banyak segi-segi peninjauan atas seorang pemimpin pastilah semakin bagus. Semakin banyak analisa dari banyak segi, hanyalah akan mendatangkan banyak positifnya bagi publik. Sebaliknya, tidak akan objektif kalau hanya ditinjau dari satu segi saja. Karena itu, semakin banyak publik yang bikin analisa dan dari banyak segi, akan selalu jadi analisa yang lebih objektif dan berguna bagi informasi dan pengetahuan publik dan rakyat banyak tentang pemimpinnya.

Ini juga adalah salah satu yang penting dalam sistem kontrol masyarakat atas kepemimpinan nasional itu. Jangan diam saja. Kalau hanya diam, tak akan ada perubahan. 

Selain dari segi opportunis, melihat leadership, pemimpin satu nation sangat aktual sekarang juga ialah dari segi ‘kepentingan nasional” atau “kepentingan neoliberal” sanggar 5internasional. Di dalam setiap nation dunia sekarang ini terutama di negeri-negeri kaya SDA, perjuangan antara 2 kekuatan leadership ini sangat tajam dan menentukan masa depan tiap nation. Hidup matinya satu nation tergantung dari siapa yang kalah dan yang menang dalam perjuangan ini. Artinya, siapa nantinya yang menguasai nation itu. 

Perjuangan ini memang tak begitu terlihat di negeri maju seperti Amerika dan Eropah Barat. Sebabnya, saya pikir, di negeri maju ini sangat berdominasi leadership neolibaral. Orang tak melihat segi lain, terutama di USA, hampir tak terlihat atau tak pernah kita dengar kepemimpinan nasional yang bukan neoliberal. Yang ada di sana adalah yang tunduk kepada atau berada di bawah kekuasaan modal besar neoliberal. Di situ, pemimpin nasional adalah pemimpin neoliberal itu sendiri, tak tergantung dari partai mana asalnya. Pengertian lain tak ada, atau belum terlihat.

Tetapi, lain halnya dengan negeri-negeri Eropah Barat, sudah mulai terlihat ‘nasionalisme’nya. Ini terlihat dari partai-partai berjiwa ’nationalism’ yang semakin tumbuh besar di negeri-negeri termaju Eropah Barat seperti Inggris dan Skandinavia, Finlandia, Spanyol, dll.

Di Eropah Barat, dominasi dan hegemoni kepemimpinan neoliberal ini semakin diperketat belakangan ini, terutama dengan taktik ’fear mongering’ atau ’fear factor’ yang terkenal dengan istilah ’terrorism’. Bukan hanya publik yang takut, juga pemimpin-pemimpinnya merasa sangat ngeri dengan adanya ancaman tiap menit bagi keamanan nasional dan bagi dirinya sendiri juga.

Kita melihat juga bagaimana Kanselir Jerman Merkel berubah total jadi berkebalikan akhir-akhir ini; dari sikapnya yang lama ’multikulti has failed totally’ menjadi 100% multikulti. Inggris Cameron tidak begitu terlihat perubahannya, malah terlihat keinginannya keluar dari Uni Eropah terdorong oleh keinginan semakin besar dari rakyat Inggris sendiri. Tetapi terlihat semakin jelas bahwa ’fear mongering’ memberi pengaruh kepada semua pemimpin dunia, juga di Eropah.

Fear Mongering ini diciptakan oleh kepentingan ekonomi neoliberal, keuntungan besar dari industri perang atau terror based industry. Perkembangan terakhir sanggar 4industri ini didalam satu negara maju seperti USA memang pesat dan hebat, tetapi banyak pemimpin atau publik tidak melihat atau tak urusan, hanya cukup waspada menjaga ketakutannya.

Saling hubungan yang sangat kompleks antara industri senjata dengan perang/ terror sudah banyak dikaji oleh ahli-ahli dan yang paling menakjubkan ialah presiden Eisenhower telah juga melihat  gelagat ini dan mengingatkan kepada rakyat/ pemimpin Amerika. Dalam pidato penutupan jabatannya 1961 dia mengingatkan kepada rakyat/ pemimpin Amerika, bahwa“an immense military establishment and a large arms industry” had emerged as a hidden force in US politics and that Americans “must not fail to comprehend its grave implications”.

The speech may have been Eisenhower’s most courageous and prophetic moment,” kata Prof.  Jonathan Turley George Washington University.

Selanjutnya Turley  bilang:  ”The core of this expanding complex is an axis of influence of corporations, lobbyists, and agencies that have created a massive, self-sustaining terror-based industry.”

Karena itu juga …..

Prominent academic and author Dr Michel Chossudovsky warned that ‘the so-called war on terrorism is a front to propagate America ’s global hegemony and create a New World Order. Terrorism is made in USA , The global war on terrorism is a fabrication, a big lie,” katanya.




Di negeri berkembang yang memiliki SDA yang seperti Indonesia, sangat terlihat perjuangan hebat antara dua macam kepemimpinan itu yang mewakili dua macam kepentingan pula. Walaupun kepemimpinan neolib ini masih terbungkus dan tersembunyi tetapi sangat  terlihat bagaimana kepemimpinan Jokowi yang jernih mau mengutamakan kepentingan nasional. Tetapi, secara tersembunyi juga ada kekuatan yang mau mengarahkan ke kepentingan neolib. Sebagian sudah terbongkar dan terbuka bagi rakyat dan publik (kepemimpinan ex ketua DPR Setnov). Bayangkan dia itu adalah KETUA DPR RI yang menganggap Jokowi koppig (keras kepala) dan harus diwaspadai. Terbukti dalam pertemuan persekongkolan jahatnya dengan perusahaan neoliberal Freeport.

Pemimpin-pemimpin pro kepentingan nasional di daerah-daerah yang benar-benar mengabdi kepentingan rakyat dan seluruh publik, seperti RK Bandung, Ahok Jakarta, Irma Surabaya, sangat bertentangan gaya kepemimpnannya dengan gaya kepemimpinan luar (neolib). Karena itu, perlu diberikan catatan ‘fear mongering’, seperti ’bom kecil’ yang diledakkan di dekat rumah RK Bandung, yang dalam kegunaan praktis menakut-nakuti. Di sini mungkin lebih dekat ialah dengan tujuan untuk menjaga kepentingan kaum koruptor yang masih sangat mendominasi sistem birokrasi negeri ini. Ingat bahwa Birokrasi Korup dalam pemerintahan nasional di semua negeri dunia adalah perwakilan yang sangat mantap dan sangat loyal bagi neolib internasional di negeri itu. Duit dari sumber korupsi atau dari SDA bisa dibagi-bagikan diantara orang-orang ini dan otomatis mereka jadi perwakilan loyal neolib. 

Terakhir terlihat juga bagi semua publik bagaimana ketua DPR Setnov tertangkap basah dalam soal ini. Orang-orang atau pemimpin daerah/ kota tipe RK, Ahok, Irma, memang perlu dikasih ’fear monger’ tertentu. Rakitan dulu seperti dekat rumah Kamil itu, sebab kalau dibikin bom canggih malah mendatangkan kecurigaan, dari mana uangnya? Uang berlimpah yang tersedia sekarang hanya dari ISIS yang masih mengalir seperti sungai, Freeport Papua seperti diujung tanduk, dan ’peledak canggih’ hanya dari industri canggih pula. Industri canggih siapa pula? Pasti bukan industri canggih Bin Ladin atau industri canggih Santoso di Poso.




Leave a Reply