Makanan Kepunyaan Orang Karo (Bagian 4, Habis)

0
140

Maria Timmen Surbakti

 

Oleh: Maria Timmen Surbakti

 

BPK (Babi Panggang Karo)

Dipanggang dengan diiris dagingnya terlebih dahulu, diolesi minyak dan bumbu. Olahan darah yang berwarna coklat pedas menjadi saus untuk daging panggangnya nanti. Saat dimakan dengan nasi dicampur kuah sup, akan sangat menyatu rasanya di lidah.

kuliner 5Mulai dari rasa gurih kuahnya dengan kencangnya rasa getah darah. Tekstur campuran daun singkong dengan kincong menambah ramai rasa saat menikmati sajian ini. Menggigitnya pun tidak sulit karena sudah dicincang terlebih dahulu sayur ini.  Tanpa nasi pun daging ini nikmat juga hanya dengan dicocol saus getah (darah).

Membayangkan ketika sopnya dihirup perlahan dengan sendok saja sudah membuat air liur menetas. Belum lagi sumsum tulangnya yang lembut manis dan gurih. Pilihan daging pada daging panggang juga sesuai selera ada yang daging lemak atau bagian daging tertentu. Lempeng irisan kecilnya membuat mudah melahap semuanya. Paling terkenal dan banyak dijual di berbagai daerah adalah BPK (Babi Panggang Karo) ini.



Lomok-lomok

Selain BPK, ada juga lomok-lomok. Daging babi yang dimasak dengan darah berbumbu rempah-rempah. Andaliman atau tuba dan kemirinya sebagai penguat rasa.

kuliner 6Santan mengentalkan saus kuahnya. Rasa pedas cabenya mendampingi gurihnya setiap potongan daging. Gurihnya sangat sempurna. Saat dimakan dengan nasi, daging dan lemaknya terasa sangat enak tiada tandingnya.



Kidu

Masakan khas berupa ulat dari pohon enau. Disajikan dengan berbagai model. Bisa saja digoreng atau direbus bersama dengan sayuran. Bisa digoreng saja, digoreng dengan sambal pedas, ketika digoreng tidak perlu terlalu coklat agar tidak sampai pecah isinya.

kuliner 7Tentunya kandungan protein kidu sangat tinggi. Direbus juga enak  dipadukan dengan sayuran bersantan atau tidak, tergantung kreasi. Bisa juga dimasak dengan kuah arsik. Gurih rasanya saat dagingnya tergigit, bumbu kemiri, bawang menyeimbangkan rasa dengan kecombrang.

Andaliman dan kemiri menguatkan rasa kuahnya, juga lengkap dari kuning kunyit. Ketika kulit kidu tergigit, cairannya terasa manis, gurih, dan enak. Bagian mata ulat bahkan menimbulkan sensasi “kres” yang kemudian mengucurkan cairan kental dalam kidu. Sangat memanjakan lidah. Rasanya pasti ingin nambah nasi lagi.




Leave a Reply