Good bye darling: Di Bukit Gundaling Kenangan Kita Mengendap

0
135

SADA ARIH 5SADA ARIH SINULINGGA. BERASTAGI. Pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya, Bukit Gundaling selalu menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi. Daya tarik Gundaling sebagai sebuah bukit yang sejuk dihembuskan angin semilir serta ditumbuhi pohon-pohon pinus dan cemara membuat pengunjung betah berlama-lama, menunggu sore hari sambil berlindung di bawah tenda-tenda biru bersama rombongan keluarga. Gundaling memang objek wisata merakyat dari dahulu sampai sekarang.

Dari puncak Gundaling dapat melihat keindahan kota wisata Berastagi dengan latar Gunung Barus dan Gunung Sipiso-piso dari kejauhan.

Hijaunya pegunungan dan tanaman-tanaman penduduk kelihatan dari Puncak Bukit Gundaling. Ini menimbulkan keinginan untuk berlama-lama dan selalu ingin kembali untuk sekedar cuci mata, mengobati kepenatan mata yang setiap hari melihat gedung gedung pencakar langit, kemacetan lalulintas dan keramaian orang-orang dengan segala aktifitasnya di tengah kota.

Sumber foto: https://rizalsite.wordpress.com/page/3/

Di baliknya terlihat pemandangan Gunung Sinabung yang sekarang menjadi tandus akibat erupsi yang belum ada tanda berhenti. Hamparan pertanian masyarakat di sekitar bukit Gundaling menambah keindahannya. Di sisi lain, puncak Gunung Sibayak juga terlihat jelas sedang mengeluarkan asap pertanda Gunung Sibayak ini sebagai salah satu gunung berapi aktif bersama Gunung Sinabung yang ada di Dataran Tinggi Kabupaten Karo.

Alkisah, nama Gundaling berasal dari cerita jalinan kasih seorang gadis Karo dengan seorang pria berkebangsaan Inggris. Hubungan mereka tidak mendapat restu dari orangtua sigadis Karo ini sehingga pria bule ini patah hati. Suatu hari, mereka janjian di bukit ini dan di sinilah mereka menyatakan perpisahan karena tidak mendapat restu akibat perbedaan kultur. Si gadis hendak dikawinkan dengan impalnya. Sementara pria bule pun diminta kembali ke negaranya.




Perpisahan ini tidak dapat diterima oleh pria bule dan si gadis Karo. Namun karena cinta mereka mendapat rintangan yang begitu besar dari kedua belah pihak dan masih kuatnya ikatan adat, terlebih berasal dri dua benua yang jauh, maka keduanya tidak berani mengambil keputusan untuk kawin lari. Berpisah adalah jalan terbaik. Di bukit inilah pria bule mengucapkan Good Bye Darling berulang-ulang sampai ia menjauh dari sigadis. Ucapannya ini didengar orang-orang yang ada di sekitarnya namun karena ketidak mampu mengucapkan bahasa inggris dengan benar maka lama kelaman diucapkan menjadi Gundaling dan menjadi nama bukit ini.

Versi lain nama Gundaling adalah berasal dari kata gung daling yang artinya …..

BERSAMBUNG




Leave a Reply