Kolom W. Wisnu Aji: JOHAN BUDI JADI JUBIR, STRATEGY QUICK WIN JOKOWI

0
229

 

wijayanto 8Johan Budi telah resmi jadi jubir presiden, setelah secara resmi mengundurkan diri dari aktivitas KPK. Stratrgy Quick Win Jokowi dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan persepsi positif terhadap kinerja kabinet Jkowi-JK yang sedang gencar melakukan percepatan pembangunan tahun 2016. Lalu, pertanyaannya, mampukah Johan Budi mengimbangi kinerja Jokowi yang cepat dalam tranformasi komunikasi publik ??!!!

Pasca kegagalan Johan Budi jadi pimpinan KPK setelah kalah voting di pemilihan lewat DPR, banyak spekulasi yang berkembang menginginkan Johan Budi terus aktif dalam lingkungan dinamika pemberantasan korupsi, bahkan setelah Johan Budi mengundurkan diri dari aktivitas dinamika KPK.

Johan Budi memang dipersepsikan sebagai figur yang menjadi simbolisasi komunikasi KPK. Simbolisasi yang mampu mengakselerasi persepsi terus positif dari KPK dimata publik baik dalam orientasi KPK dalam pemberantasan korupsi. Juga persepsi yang mampu meningkatkan kredibilitas serta integritas pimpinan KPK di mata publik. Johan Budi memang dianggap sebagai sosok komunikator yang mampu meningkatkan derajat persepsi publik yang kuat lewat tranformasi media.

johan budi
Sumber foto: Lensa Indonesia.

Hal-hal tersebut yang coba ditangkap peluangnya oleh Istana melalui Kantor Staf Kepresidenan untuk mengajak Johan Budi punya andil nyata buat negara. Jokowi lewat langkah orang Istana menginginkan Johan Budi sebagai strategy quick win Jokowi dalam meningkatkan persepsi publik pada aktivis percepatan pembangunan yang mampu ditranformasikan persepsinya pada publik.

Johan Budi dianggap punya nilai kepercayaan publik yang tinggi sebagai mantan jubir KPK yang mampu mengakselerasi persepsi komunikasi publik. Dalam catatan kami, ada empat hal dari strategy quick win Jokowi dalam menetapkan Johan Budi sebagai juru bicara Presiden.




Pertama, Johan Budi dianggap punya latar belakang public trust yang tinggi. Dia diharapkan mampu meningkatkan persepsi positif dari percepatan pembangunan yang sedang dicanangkan oleh Jokowi, sehingga Johan Budi mampu melakukan tranformasi akselerasi kinerja kabinet Jokowi-JK dalam massifikasi pembumian ke media.

Ke dua, Johan Budi dianggap mampu menjadi tameng terhadap opini persepsi negatif kabinet Jokowi-JK seperti yang pernah dijalankan saat jadi jubir KPK waktu itu. Harapannya, Johan Budi mampu bersinergi dengan media dalam tranformasi akseleratif terhadap perkembangan kemajuan kinerja kabinet Jokowi yang begitu cepat seperti yang selama ini dijalankan strateginya oleh Jokowi sendiri.

Ke tiga, Johan Budi dengan pengalamannya sebagai wartawan dan jubir KPK diharapkan mampu mensinergikan koordinasi antar humas kementrian dalam tranformasi kinerja ke media. Dia diharapkan mampu menerapkan strategi integralistik humas antar kementrian dalam dialog persepsi positif dengan media secara massif




Ke empat, Jokowi ingin mengakomodir keinginan publik untuk menempatkan orang-orang di sekelilingnya yang memiliki public trust tinggi sehingga percepatan pembangunan yang sedang dicanangkan mampu direspon secara positif dalam persepsi publik. Dengan semakin banyak orang baik di sekelilingnya, Jokowi mampu membawa energi positif bagi dukungan publik terhadap segala aktivitas kinerja Kabinet Jokowi-JK dalam percepatan pembangunan berkelanjutan dan massif.

Dengan 4 strategy quick win Jokowi tersebut, diharapkan Johan Budi mampu lebih bersinergi dan mengimbangi gerak cepat Jokowi dalam memperbaiki dan meningkatkan produktifitas kemajuan bangsa, sehingga melalui peran peran Johan Budi di istana, akan lebih membumikan persepsi positif serta transformasi hasil kerja ke media yang lebih dinamis dan cepat.

Mari kita tunggu selanjutnya langkah-langkah kejutan kolaborasi Jokowi dengan Johan Budi sang mantan jubir KPK dalam langkah-langkah nyata memerankan simbolisasi gerak positif kabinet kerja agar mampu direspon positif oleh publik …

‪#‎SalamPencerahan‬

Salam hormat kami ; CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESSIF MOVEMENT (CS REFORM)




Leave a Reply