Runtung Karo-karo Sitepu Terpilih Rektor USU Medan

3
256
runtung sitepu
Prof. Dr. Runtung Sitepu SH MHum

LAJOR GINTING. MEDAN. Pernah seorang Karo terpilih menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Medan beberapa tahun lalu, tapi Mendikbud yang saat itu adalah Fuad Hasan menetapkan dan kemudian melantik seorang lain yang menjadi Rektor univeristas yang dibangun di tengah perladangan dan persawahan orang-orang Karo ini.

Dialah dr. Bakhtiar Ginting MPH almarhum, seorang Karo asal Langkat Hulu. Oleh Rektor USU terpilih, anak Ginting Manik mergana ini kemudian diangkat sebagai Ketua Lembaga Penelitian USU.

Salah seorang dari ketiga calon Rektor USU, yakni Prof. Dr. Subilhar, adalah menantu dari Alm. Bachtiar Ginting. Orang-orang Karo mungkin sudah akan merasa lega bila Subilhar yang terpilih menjadi Rektor USU mengingat kegagalan dari ayah kandung Dr. Ir. Nurlisa Ginting MSc ini menjadi rektor di masa silam.

runtung sitepu 3
3 mahasiswa USU di daerah pesawahan orang-orang Karo dekat Kampus USU Medan

Akan tetapi, ditetapkannya Prof. Dr. Runtung Sitepu sebagai Rektor USU kali ini adalah sebuah kenangan tersendiri bagi Suku Karo. Betapa tidak, Panglima Kodam I Bukit Barisan, Jamin Ginting yang kini baru diangkat sebagai Pahlawan Nasional di masa Presiden Jokowi, sengaja menempatkan Kampus USU di wilayah Suku Karo di Medan agar anak-anak Karo terdorong untuk menempuh pendidikan tinggi. Hasilnya memang luar biasa sekali, di Tahun 1970an 1% orang Karo telah menempuh pendidikan S1, suatu jumlah persentase yang tertinggi untuk suku-suku di Indonesia.

Namun, sayangnya, selama itu pula tak pernah orang Karo menjadi Rektor di universitas yang lahannya disumbangkan oleh orang-orang Karo ini.


Mendengar kabar bahwa Prof. Dr. Runtung Sitepu akhirnya terpilih menjadi Rektor USU Medan hari ini [Kamis 21/1], orang-orang Karo di berbgai grup facebook mengucapkan syukur dan bersoraksorai.

“Ini bukan soal kekuasaan atau untung rugi. Orang-orang Karo sudah lama terpinggirkan dari kancah nasional sejak peristiwa G30S 1965. Jamin Ginting sendiri tersingkir dan kemudian meninggal dunia sebagai duta besar di Kanada. Baru di masa-masa kejatuhan Suharto Suku Karo mulai mencuat lagi ke tingkat nasional. Diawali oleh terpilihinya M.S. Kaban sebagai Menteri Kehutanan dan kemudian Tifatul Sembiring sebagai Menkoinfo. Sekarang, Rektor USU adalah orang Karo. Ini hanya masalah dikenal atau tak dikenalnya Suku Karo di kancah nasional, tidak lebih dari itu,” kata seorang beru Tarigan yang dikenal juga di kalangan Karo sebagai penggerak Karo Bukan Batak (KBB).




3 COMMENTS

  1. Tidak ada salah sedikitpun kalau orang Karo jadi rektor USU. Yang salah ialah kalau orang Karo terus disingkirkan dari jabatan publik Sumut seperti selama ini dan sampai sekarang masih begitu. Itu sudah terjadi sejak Orba, Karo selalu dipinggirkan. Orang Karo terkenal dengan kejujuran dan ketulusannya. Ini sudah cukup juga dai pertimbangan masa depan negeri ini, dan Sumut khususnya. Tetapi dunia seperti era Orba tak melihat dari situ, karena Orba ta dapat keuntungan apa-apa dari sifat Karo itu, malah disingkirkan sejauh mungkin seperti Djamin Gionting itu yang malah jadi Pahlawan Nsional. Orang Karo karena sifat alamiahnya yang sudah terkenal itu, patut memang jadi rektor USU yang juga telah pakai tanah-tanah orang Karo di Padang Bulan jaid areal USU sejak th 50-60-an. Patut, patut, patut.

    Kalau tadi tak banyak orang Karo jadi mahasiswa atau pendidikan tinggi di USU karena rektornya bukan orang Karo, maka sekarang pak Sitepu orang Karo ini harus ada dasar pemikiran kesitu artinya perbanyak orang Karo masuk yang tadinya tak masuk karena tersingkir! Ini baru ada artinya orang Karo sebagai rektor USU. Kejujuran dan ketulusan tak ada gunanya juga kalau orang Karo masih juga tersingkir atau terpinggirkan. Ini tanggung jawab rektor Karo!

    MUG

Leave a Reply